SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Kepala Satuan Tugas (Satgas) percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pagar Alam, Jepri Zulfikar, turut memberikan respon atas viralnya menu MBG yang sempat viral di media sosial serta menuai kritikan dari masyarakat luas.
Ia menyebut, jika pro dan kontra dalam pelaksanaanya (MBG), adalah hal yang biasa. Dan hendaknya ini bahan evaluasi dan pembelajaran bagi penyedia (vendor) atau dalam hal ini pihak dapur.
Mendapati kisruhnya program ini di kalangan masyarakat, Jepri Zulfikar pun segera melakukan klarifikasi untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi.
Akan tetapi, kata dia, jika melihat komposisi menu itu sudah memenuhi standar yang ada, semisal ada kandungan protein, karbohidrat,kalori dan lemak.
“Hanya saja yang viral dan dipermasalahkan ini adalah kurang menariknya sistem penyajian, sehingga bisa jadi mengurangi selera dan nafsu makan anak-anak,”terangnya.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan pihak Dapur, memang terjadi kesalahan teknis yang dilakukan pihaknya, sehingga berpengaruh terhadap masak dan pemorsian.
“Assalamualaikum ibu kareg mohon izin menjelaskan untuk menu hari ini , food cost nya Kalori 377, Karbohidrat 49.6, Protein 21.2 Lemak 11.4, Tapi terjadi kendala di persiapan terlalu lama mengupas kentang dan berpengaruh ke tim masak dan pemorsian ibu,” Klarifikasi via Whatsapp yang diterima Satgas MBG dari pihak Dapur.
Mirisnya lagi, dikabarkan jika menu MBG yang dibagikan pada hari ke-5 ini, Kamis (28/8), diketahui berbeda-beda antara pihak dapur satu dengan dapur lain.
Tak ayal, jika hal ini menjadi bahan perbandingan di kalangan masyarakat yang juga disertai tudingan serta kritikan miring. (ANA)

















