Teror Perempuan dengan Pesan Orderan Ojek, Guru Bahasa Inggris Dilaporkan

- Redaksi

Jumat, 15 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban membuat laporan Polisi. (Photo: Kiki Nardance)

Korban membuat laporan Polisi. (Photo: Kiki Nardance)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tidak terima terus diteror dengan mendatangkan driver ojek berkali-kali untuk menjemput anak perempuannya korban yakni MR (15), diduga lantaran suka dengan anaknya, seroang guru bahasa Inggris di Palembang dilaporkan ke Polrestabes oleh wali murid.

Kepada petugas saat melapor, orang tua MR yakni Miko Apriadinata (41), menuturkan peristiwa tersebut terjadi Selasa (12/8/2025), sekitar pukul 11.00 WIB, di Jalan Papera Gang Bersama Kelurahan 12 Ilir Kecamatan IT I Palembang.

Dimana, berawal saat Miko sedang berada di rumah di TKP (tempat kejadian perkara), lalu datang Drive ojek yang mengaku hendak menjemput adanya.

“Awalnya ada driver ojek pak datang kerumah hendak menjemput anak perempuan saya. Namun saya dan anak saya tidak memesan driver ojek,” ungkapnya.

Mendapati hal tersebut, lanjut Miko, dirinya langsung mencari tahu siapa yang memesan dan menyuruh jemput anak melalui aplikasi ojek. ” Saya langsung cari tahu. Ternyata terlapor yakni Helmandes dengan nomor HP 089632******. Yang memesan orderan tersebut, dan langsung di cancel,” bebernya.

Tidak berselang, kembali datang driver ojek yang lain dengan tujuan sama menjemput anaknya. “Datang lagi driver ojek. Dengan tujuan yang sama hendak menjemput anak saya. Ketika saya tanya ke driver ojek, seperti pesan singkat terlapor ke driver ojek. Katanya anak saya hendak dibunuh,” katanya.

Orderan pesanan driver ojek ini, terhitung hingga 15 orderan yang datang ke rumah korban. “Terhitung ada 15 orderan driver ojek pak yang datang ke rumah saya. Yang hendak menjemput anak saya, pemesan yang sama, Terlapor ini guru bahasa inggris,” ungkapnya. Sambil mengatakan diduga suka dengan anak saya.

Sebelumnya, Miko membeberkan, anaknya dulu pernah menjadi murid khusus bahasa inggris terlapor, hingga mengetahui sifat terlapor MR berhenti khusus bahasa inggris nya.

“Dulu pernah kami temui pak terlapor ini dan bikin sudah perjanjian. Tetapi masih saya berulah oleh itulah kami laporkan,” katanya, berharap atas laporan pelaku ditangkap.

Sementara, KA SPK Polrestabes Palembang Ipda Erwin membenarkan adanya laporan orang tua korban terkait UU ITE. “Laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh unit Pidsus Polrestabes Palembang untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Polda Sumsel Usut 62 Kasus Karhutla, 20 Laporan Seret Korporasi
Kembali Digerebek, Tujuh Orang Diamankan dari Kampung Narkoba Lorong Manggar
Baru Dua Bulan Bebas, Residivis Curanmor Kembali Beraksi
Mantan Guru P3K di Palembang Diciduk, Uang Rp 250 Juta Raib dengan Janji Lolos CPNS
Diduga Anaknya Difitnah Saat Live TikTok Ibu ini Laporkan Pemilik Akun ke Polisi
Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi
Dipergoki Bawa Golok di Kawasan Monpera, YS Diamankan Polisi
Polda Sumsel Bidik 20 Korporasi Kasus Karhutla, Empat Perusahaan Baru Menyusul

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Polda Sumsel Usut 62 Kasus Karhutla, 20 Laporan Seret Korporasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Kembali Digerebek, Tujuh Orang Diamankan dari Kampung Narkoba Lorong Manggar

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Baru Dua Bulan Bebas, Residivis Curanmor Kembali Beraksi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Mantan Guru P3K di Palembang Diciduk, Uang Rp 250 Juta Raib dengan Janji Lolos CPNS

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Anaknya Difitnah Saat Live TikTok Ibu ini Laporkan Pemilik Akun ke Polisi

Berita Terbaru