Terlibat Peredaran Narkotika, Dua Terdakwa Dituntut 8,5 Tahun Pidana Penjara

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kedua terdakwa, Medi Kartono dan Pedri Susandi, mengikuti persidangan secara daring saat JPU membacakan tuntutan pidana di PN Palembang, Kamis (27/11/2025). (Photo: Hermansyah)

Kedua terdakwa, Medi Kartono dan Pedri Susandi, mengikuti persidangan secara daring saat JPU membacakan tuntutan pidana di PN Palembang, Kamis (27/11/2025). (Photo: Hermansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ayu Soraya SH MH, menuntut dua terdakwa, Medi Kartono dan Pedri Susandi, masing-masing dengan pidana penjara 8 tahun 6 bulan serta denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan penjara. Keduanya dinilai terbukti terlibat dalam permufakatan jahat peredaran narkotika golongan I jenis ekstasi dan sabu.

Tuntutan tersebut dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (27/11/25), di hadapan Majelis Hakim Kristanto Sahat SH MH.JPU menilai para terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menuntut Terdakwa I Medi Kartono Bin Nurdin dan Terdakwa II Pedri Susandi Bin Sukardi dengan pidana penjara masing-masing 8 tahun 6 bulan serta denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan penjara, dengan perintah tetap ditahan dan dikurangi masa tahanan yang telah dijalani,” ujar JPU.

JPU juga meminta seluruh barang bukti, berupa ekstasi warna oranye dan pink, sabu dalam beberapa paket kecil, potongan obat nyamuk, tisu, dan balutan lakban, dirampas untuk dimusnahkan,“ ucapnya.

Usai mendengar tuntutan, kedua terdakwa yang mengikuti sidang secara daring melalui penasihat hukumnya langsung menyampaikan nota pembelaan secara lisan dan memohon keringanan hukuman. Sidang kemudian ditunda dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan putusan.

Dalam uraian dakwaan, JPU menyebut peristiwa bermula pada Sabtu, 2 Agustus 2025 sekitar pukul 16.30 WIB. Kedua terdakwa diduga bersepakat melakukan transaksi narkotika dengan pembeli yang ternyata petugas kepolisian menyamar (UCB). Medi disebut menerima telepon dari seorang bernama Untung (DPO) yang menawarkan 100 butir ekstasi seharga Rp20 juta, lalu mengatur pertemuan di Desa Rimba Ukur, Kecamatan Sekayu.

Saat pertemuan, Medi dan Pedri memperlihatkan barang bukti berupa 13 butir ekstasi logo Tesla (4,066 gram), 12 butir ekstasi logo Granat (4,228 gram), sabu seberat 0,493 gram, dan tambahan lima paket sabu seberat 0,262 gram yang ditemukan di saku Pedri. Ketika transaksi berlangsung di dalam mobil, petugas langsung melakukan penyergapan dan menangkap keduanya beserta barang bukti. (ANA)

Berita Terkait

Pria Ini Ditembak Temannya Pakai Senapan Angin
Polda Sumsel Bongkar Modus Situs Pendaftaran Fiktif Bhayangkara Run 2026, Dua Pembuatnya Diciduk di Riau
Sales Diduga Gelapkan Uang Penjualan Besi Baja Rp2,3 Miliar, Diserahkan ke Polrestabes Palembang
Beraksi Pelaku Pencurian di Toko ABA Terekam CCTV
Sidang Korupsi Guest House UIN Raden Fatah, Tiga Saksi Tim Pengadaan dan Perencanaan Diperiksa
TO Curanmor di Kertapati Dibekuk, Polisi Sita Kunci T dan Motor Diduga Dipakai Beraksi
Kuasa Hukum Terdakwa: Keterangan Lima Petambak Meringankan Sapriadi, Dana KUR Tak Seluruhnya Dinikmati PT KIM
Kuasa Hukum Bongkar Fakta Persidangan, Bantah Cartridge Vape Dua Mahasiswa UIN Jambi Mengandung Etomidate

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:07 WIB

Pria Ini Ditembak Temannya Pakai Senapan Angin

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:06 WIB

Polda Sumsel Bongkar Modus Situs Pendaftaran Fiktif Bhayangkara Run 2026, Dua Pembuatnya Diciduk di Riau

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:41 WIB

Sales Diduga Gelapkan Uang Penjualan Besi Baja Rp2,3 Miliar, Diserahkan ke Polrestabes Palembang

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Beraksi Pelaku Pencurian di Toko ABA Terekam CCTV

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:38 WIB

Sidang Korupsi Guest House UIN Raden Fatah, Tiga Saksi Tim Pengadaan dan Perencanaan Diperiksa

Berita Terbaru