Temuan Nisan Kuno Memperjelas Adanya Keraton Beringin Janggut

- Redaksi

Kamis, 20 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sultan Iskandar salah satu keturunan Sultan mahmud Badaruddin II

Sultan Iskandar salah satu keturunan Sultan mahmud Badaruddin II

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Batu nisan kuno yang ditemukan di Kompleks Pertokoan Tengkuruk Permai Blok C, 17 Ilir Palembang, memperjelas adanya Keraton Beringin Janggut.

Hal itu terkuak usai dilakukannya penelitian oleh beberapa ilmuan tentang keenam batu nisan tersebut.

Sultan Iskandar Mahmud Baddarudin mengatakan, Keraton Beringin Janggut ialah merupakan keraton yang dibangun Ki Mas Hindi. Sebelum menegakkan Keraton Beringin Janggut Ki Mas Hindi terlebih dahulu menegakan Kesultanan Palembang Darussalam.

Sejarah awal ditegakan kesultanan Palembang Darussalam yang merupakan cikal bakal terbentuknya Keraton Beringin Janggut, ialah bermula dari terjadinya perang Kuto Gawang dengan VOC.

“Kuto Gawang itu terletak di daerah Pusri  saat ini,” ujar Sultan Iskandar, Kamis (20/1/2022)

Dalam perang tersebut Belanda menembak gudang mesiu kerajaan Kuto Gawang, sehingga membuat kerjaaan Kuto Gawang menjadi terbakar.

Setelah kalahnya kerajaan Kuto Gawang melawan Belanda saat dibawah kepemimpinan Pangeran Sido Ing Rejek, ia hijarah ke Sakatiga atau Ogan Ilir kemudian wafat disana.

Sementara Kuto Gawang diserahkan kepada adiknya Ki Mas Hindi. “Usai diserahkan kepada dirinya barulah Kiai Mas Hindi menegakkan kesultanan Palembang Darussalam dan membangun Keraton Beringin Janggut,” jelasnya.

Keraton Beringin janggut ini didirikan agak jauh dari sungai. Tujuan dibangun agak jauh dari sungai dimaksudkan agar jauh dari meriam-meriam belanda.

“Ketika terjadi pertempuran diharapakan meriam-meriam Belanda tidak sampai ke Keraton Beringin Janggut,” jelas Sultan.

Sementara itu, Sultan menjelaskan penenemuan ke enam makam yang baru saja ditemukan dijelaskan oleh ilmuan kalau itu berusia setelah era Kesultanan Palembang Darussalam.

“Kalau saya lihat ini sangat menarik, sebab Keraton Beringin Janggut hingga saat ini belum ditemukan, akan tetapi nama-namanya sudah ada,” jelasnya.

Namun ia menjelaskan terdapat banyak makam keluarga-keluarga yang berada di Palembang salah satunya yang baru ditemukan ini.

“Banyak makam kungkonan atau makam keluarga jadi satu keluarga yang dikuburkan dalam satu area,” jelasnya.

Bahkan saat ini banyak makam-makam sejarah kesultan yang dapat kita temuai dibeberapa daerah seperti dikawasan cinde.

“Tetapi hal yang membuat menarik dari ke enam makam yang ditemukan ialah ada setiap ujung namanya tertulis Palembani,” jelasnya.

“Mungkin ke empat makam ini bisa jadi anak seorang ulama.”

Ia menceritakan di daerah Jalan Sudirman hingga tempat makam yang baru ditemukan ini, banyak terdapat makam-makam masa Kesultanan dulu. “Akan tetapi makam-makam itu telah banyak tertimbun pada zaman belanda.

“Kalau kita gali didaerah itu bisa jadi  lebih banyak lagi makam-makan zaman dulu,” ungkapnya.

Belanda banyak menimbun daerah termasuk sungai tengkuruk yang juga ikut ditimbun oleh belanda.

“Saat ini sungai tengkuruk tidak ada lagi, kalau sekarang lokasinya yang ditempati Kantor Walikota Palembang,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, pada saat itu makam memang ditulis dengan arab melayu.

Namun dirinya menghikmahi penemuan ke empat makam itu dapat dijadikan sebuah hal penting untuk menegaskan kalau era kesultanan pada saat itu ada.

“Semakin menegaskan bahwa Kesultanan Palembang Darussalam itu ada, bahwa kami itu ada bahkan ada sebelum negara ini ada,” ungkapnya.

Sultan Iskandar mengapresiasi kepada semua pihak yang ikut mengungkap penemuan makam itu, baik itu PT Waskita yang pertama kali menemukan, Para Arkeolog, Sejarahwan, Cagar Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pemerintah. (Etr)

Berita Terkait

Aksi Teatrikal Pantomim Pelajar Palembang Suguhkan Kehidupan Pinggiran Sungai Musi
Kain Tenun Tajung Ciri Khas Palembang Tetap Eksis hingga Sekarang
BRI Sabet Penghargaan Global Berkat Transformasi Digital melalui BRIAPI
Masjid Lawang Kidul, Rumah Ibadah Islam Tertua Ketiga di Palembang
Jabat Ketua IKKM, Barkudin Ingin Lestarikan Budaya Komering
Air Terjun Suban Kedubu, Objek Wisata Eksotis yang Belum Banyak Diketahui
Dua Cagar Budaya Dirusak, Seniman Palembang Lapor Polisi
Datang ke Bangka, Wajib Kunjungi Mercusuar Menyaksikan Pemandangan Laut Lepas yang Indah

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 10:06 WIB

Aksi Teatrikal Pantomim Pelajar Palembang Suguhkan Kehidupan Pinggiran Sungai Musi

Selasa, 10 Desember 2024 - 17:26 WIB

Kain Tenun Tajung Ciri Khas Palembang Tetap Eksis hingga Sekarang

Jumat, 22 November 2024 - 15:42 WIB

BRI Sabet Penghargaan Global Berkat Transformasi Digital melalui BRIAPI

Senin, 1 April 2024 - 16:08 WIB

Masjid Lawang Kidul, Rumah Ibadah Islam Tertua Ketiga di Palembang

Minggu, 3 Maret 2024 - 20:29 WIB

Jabat Ketua IKKM, Barkudin Ingin Lestarikan Budaya Komering

Berita Terbaru

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru saat diwawancarai langsung, Senin (9/6/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Herman Deru Segera Usulkan Plt Bupati Muara Enim Pasca OTT KPK

Selasa, 9 Jun 2026 - 17:43 WIB

Foto : Muchlis stafsus gubernur sumsel

Kota Palembang

Stafsus Gubernur Sumsel Mukhlis: Masyarakat Jangan Terpancing Isu Sara

Selasa, 9 Jun 2026 - 17:02 WIB