Kain Tenun Tajung Ciri Khas Palembang Tetap Eksis hingga Sekarang

- Redaksi

Selasa, 10 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kain tenun Tajung warisan sastra (Wastra) di Palembang masih eksis di tangan pengrajin legendaris Udin Abdillah.

Udin tetap konsisten menggeluti bisnis tekstil dan memberdayakan warga sekitar tempat tinggalnya sebaai upaya memberdayakan kearifan lokal agar tetap eksis.

Kain tenun Tajung kini dibuat menjadi beberapa busana yang menarik dengan balutan berbagai motif. Seperti Limar, Bunga Tabur, Kotak dan lainnya.

Saat ditemui di kawasan Tuan Kentang Kecamatan Jakabaring Palembang Udin mengaku bahwa usaha tekstil ini berawal dari ketertarikannya pada bidang budaya yang dimulai sejak tahun 1984.

“Waktu itu umur saya 31 tahun, kain tenun Tajung ini juga merupakan warisan turun temurun dari orang tua,” ungkap Udin saat ditemui di rumahnya, Selasa (10/12/2024).

Eksistensi wastra yang kian tergerus tidak membuat Udin menyerah dan terus konsisten menggeluti bisnis tekstil tersebut.

“Alhamdulillah sekarang saya sudah mempekerjakan puluhan karyawan untuk membuat kain tenun Tajung ini,” ujar Udin.

Di usianya yang menginjak 64 tahun Udin juga masih aktif menenun.

Untuk menghasilkan satu kain tenun Tajung dibutuhkan 36.000 helai benang dengan memakan waktu 25 hari. Namun, penenun per meter hanya 3 sampai 4 hari.

“Prosesnya dimulai dari pembuatan lusi atau pola benang di mesin, serta pembuatan pakaian motif,” kata Udin.

Harga kain tenun Tajung bervariasi sesuai dengan motif dan bahan baku, dimulai dari 200 sampai 300 ribu rupiah per meter.

“Alhamdulillah penjualan tidak hanya dari Palembang, tetapi sudah tembus pasar internasional, seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Belanda,” kata Udin.

Dari sana, Udin makin optimistis Wastra yang merupakan salah satu identitas daerah ini menjadi sumber penghasilan sekaligus upaya mempertahankan kebudayaan Nusantara.

“Mudah-mudahan usaha kain tenun Tajung ini makin berkembang, hingga kearifan lokal ini tidak tergerus oleh zaman,” tutur Udin. (ANA)

Berita Terkait

Aksi Teatrikal Pantomim Pelajar Palembang Suguhkan Kehidupan Pinggiran Sungai Musi
BRI Sabet Penghargaan Global Berkat Transformasi Digital melalui BRIAPI
Masjid Lawang Kidul, Rumah Ibadah Islam Tertua Ketiga di Palembang
Jabat Ketua IKKM, Barkudin Ingin Lestarikan Budaya Komering
Air Terjun Suban Kedubu, Objek Wisata Eksotis yang Belum Banyak Diketahui
Dua Cagar Budaya Dirusak, Seniman Palembang Lapor Polisi
Datang ke Bangka, Wajib Kunjungi Mercusuar Menyaksikan Pemandangan Laut Lepas yang Indah
Ketua DPRD Sumsel Hadiri Pengukuhan Panguyuban Warga Jawa Timur di Sumsel

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 10:06 WIB

Aksi Teatrikal Pantomim Pelajar Palembang Suguhkan Kehidupan Pinggiran Sungai Musi

Selasa, 10 Desember 2024 - 17:26 WIB

Kain Tenun Tajung Ciri Khas Palembang Tetap Eksis hingga Sekarang

Jumat, 22 November 2024 - 15:42 WIB

BRI Sabet Penghargaan Global Berkat Transformasi Digital melalui BRIAPI

Senin, 1 April 2024 - 16:08 WIB

Masjid Lawang Kidul, Rumah Ibadah Islam Tertua Ketiga di Palembang

Minggu, 3 Maret 2024 - 20:29 WIB

Jabat Ketua IKKM, Barkudin Ingin Lestarikan Budaya Komering

Berita Terbaru