Tak Terima Keponakan Digoda, Andi Tusuk Mat Seri hingga Tewas

- Redaksi

Rabu, 28 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Kiki Nardance

Photo: Kiki Nardance

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tidak terima keponakan perempuannya digoda, Andy Sastra nekat menghabisi nyawa Mat Seri, warga Jalan Putri Dayang Rindu, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang.

Atas perbuatannya, Andy harus mendekam di sel tahanan Polsek Kertapati. Ia ditangkap anggota Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kertapati di sekitar tempat tinggalnya di kawasan Jalan Mayjen Yusuf Singadekane, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Jum’at (18/7/2021).

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa pembunuhan itu terjadi tak jauh dari rumah pelaku, Minggu (6/6/2021) sekitar pukul 03.00 WIB. Berawal ketika tersangka Andy menemui korban, dengan membawa pisau dari dalam bengkel miliknya.

Andy bermaksud menegur korban agar tidak lagi mengganggu keponakannya. Namun hal tersebut membuat korban Mat Seri tidak senang, dan terjadilah cekcok mulut antara mereka. Korban mendorong pelaku hingga membuatnya terjatuh ke belakang.

Kemudian, tersangka Andi menusukan pisau yang dipegang di tangan kirinya ke arah perut korban dan langsung melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, Mat Seri pun menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.

Kapolsek Kertapati Palembang, AKP Irwan Sidik, didampingi Kanit Reskrim Iptu Juan membenarkan, telah terjadi peristiwa penganiayaan hingga berujung meninggalnya korban.

“Motifnya karena pelaku kecewa atas penjelasan korban, saat diminta tidak mengganggu keponakannya,” kata Irwan, Rabu (28/7/2021).

Irwan mengatakan, tersangka dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHP Jo Pasal 351 KUHP dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun. “Untuk barang bukti kita amankan sebilah pisau dan dua helai pakaian milik korban dan tersangka,” ungkapnya.

Tersangka Andi mengaku khilaf dan menyesal. Awalnya dia hanya ingin memberi pelajaran kepada korban yang sering diingatkan agar tidak lagi mengganggu keponakan perempuannya yang masih muda.

“Saya menyesal. Tidak ada niat untuk membunuhnya. Dia itu sudah tua, sedangkan keponakan saya masih kecil. Sudah diingatkan berkali-kali tetapi masih saja mengganggu,” ungkapnya. (ANA)

Berita Terkait

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110
Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan
DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit
Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 
Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus
Tiga Pelaku Pengeroyokan Berujung Maut di Palembang Ditangkap
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel
Diduga Jadi Korban KDRT Berulang, IRT di Palembang Lapor Polisi

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:08 WIB

DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus

Berita Terbaru

Kadis Kesehatan empat lawang, Dery Kurniawan

Empat Lawang

Kabut asap Landa Empat Lawang, Kasus ISPA Meningkat

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:10 WIB