PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Sebanyak 443 jemaah calon haji (JCH) kloter pertama asal Kabupaten OKU Timur resmi memasuki Asrama Haji Embarkasi Palembang pada Selasa (21/4/2026).
Para jemaah dijadwalkan bertolak menuju Madinah melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II pada, Rabu (22/4/2026) pukul 07.00 WIB.
Meskipun terdapat satu jemaah yang batal berangkat karena alasan kesehatan, posisi tersebut telah digantikan oleh jemaah cadangan sehingga total kuota keberangkatan perdana ini tetap terpenuhi sesuai target.
“Pada hari ini, kloter satu dari OKU Timur berjumlah 443 orang jemaah. Secara keseluruhan jemaah hadir di sini, walaupun ada yang lansia, risky (rentan/beresiko), dan lain-lain,” ujar Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Selatan, M Arkan Nurwahiddin saat diwawancarai di Aula Asrama Haji Palembang, Selasa (21/4/2026).
Arkan menjelaskan bahwa penggantian jemaah yang sakit dilakukan secara cepat agar formasi keberangkatan tidak berkurang.
Pihaknya memastikan bahwa seluruh jemaah yang hadir saat ini telah melewati proses administrasi dan siap untuk diberangkatkan sesuai jadwal yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara ibadah haji.
“Dari jumlah 443 orang ini ada satu yang mengundurkan diri karena sakit. Namun, saat ini sudah diganti oleh jemaah cadangan, sehingga jumlah yang berangkat pada hari ini tetap terpenuhi,” katanya.
Tahun ini, Embarkasi Palembang mengusung komitmen pelayanan yang ramah terhadap lansia dan disabilitas dengan memberikan fasilitas prioritas.
Setibanya di asrama, jemaah yang masuk kategori rentan langsung diarahkan ke kamar masing-masing menggunakan kursi roda guna meminimalkan kelelahan akibat antrean panjang.
“Pelayanan tahun ini merupakan pelayanan yang ramah lansia dan disabilitas. Dalam pelayanan tadi, lansia dan disabilitas sudah didorong lebih dahulu, sehingga tidak perlu lagi mengantre di Asrama Haji dan langsung diarahkan ke kamar masing-masing,” imbuhnya.
Untuk mendukung aspek teknis dan medis, kloter satu didampingi oleh lima orang petugas pendamping yang terdiri dari satu ketua kloter, satu pembimbing ibadah, satu dokter, satu perawat, dan satu orang Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).
Persiapan matang melalui simulasi dan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menjadikan keberangkatan pertama ini sebagai tolak ukur kesuksesan kloter berikutnya.
“Kloter pertama ini akan diberangkatkan besok pukul 07.00 WIB dari Embarkasi Palembang melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Sesuai jadwal, jemaah gelombang pertama ini akan langsung menuju ke Madinah,” pungkasnya.
Penulis : Tia
Editor : Jaks

















