Siswi Diduga Dianiaya Oknum Guru Alami Trauma, LBH Bima Sakti: Biarkan Penyidik Bekerja Dulu

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim LBH Bima Sakti. (Photo: Istimewa)

Tim LBH Bima Sakti. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tim Penasehat Hukum  Bima Sakti mendatangi Polrestabes Palembang, dimana timnya meminta masyarakat tenang dan jangan termakan isu-isu hingga membuat keadaan bertambah rumit, terkait viral nya FR (7), bocah SDN 150 Palembang, alami luka memar dikedua mata dan memerah, kini masih dalam perawatan intensif RSUD Bari Palembang, Rabu (5/11/2025).

“Kami lagi fokus dengan penyembuhan klien kami, FR (7) yang masih dalam kondisi trauma. Meskipun dia sudah bisa berinteraksi, namun masih terbatas,” ungkap Direktur LBH Bima Sakti, M Novel Suwa didampingi Connie Pania Puteri dan Indah Permatasari.

Dimana isu tidak enak seakan membuat kegaduhan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Karena kejadian terjadi dengan dunia pendidikan, harus berhati-hati, tidak boleh langsung kita menghakimi dunia pendidikan.

“Kita masih menunggu hasil medis dari pihak rumah sakit (RS), baik itu RS mata, RSUD Bari Palembang, karena korban FR sudah diperiksa, bahkan masih harus menjalani beberapa pemeriksaan di RSUD Bari Palembang,” ungkapnya.

Ditambahkan Dr.Connie, kondisi kliennya sudah berangsur membaik, kini Dinas PPA Sumsel dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Palembang sedang bekerja.

“Penyidik PPA masih terus bekerja, menerapkan sistem jemput bola, mereka melakukan pemeriksaan beberapa guru di sekolah. Sementara, kami masih menunggu kesehatan korban pulih, karena sekarang masih di opname di RSUD Bari Palembang,” ucapnya.

Conie menegaskan, kasus ini membutuhkan pembuktian, apakah ada penganiayaan di sekolah atau tidak, pihaknya tetap akan menjalin komunikasi dengan pihak terkait.

“Belum bisa berbicara soal adanya pemukulan atau tidak, Biarkanlah polisi, penyidik PPA Polrestabes berkerja, sehingga perkara ini akan terang benderang” jelas Wakil Direktur LBH Bima Sakti ini. (ANA)

Berita Terkait

Tiga Handphone Siswa Hilang Saat Yasinan, Orang Tua Lapor Polisi
Modus Janjikan Masuk Kerja di PT Pusri, Pelaku Penipuan Diserahkan Warga ke Polisi
Jatanras Polda Sumsel Tangkap Begal Viral di Bukit Kecil Palembang 
Jambret Kalung Emas Nyaris Babak Belur Dihajar Warga
115 Unit Handphone Raib Digelapkan Karyawan Toko
Unit 5 Satresnarkoba Gerebek Kontrakan di Kertapati, 10 Paket Sabu Disita
Janda Muda 16 Tahun di Palembang Diduga Jadi Korban Rudapaksa, Ibu Sambung Lapor Polisi
Polda Sumsel Amankan Tiga Orang Terkait Terbakarnya Sumur Minyak di Lahan PT Hindoli

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:18 WIB

Tiga Handphone Siswa Hilang Saat Yasinan, Orang Tua Lapor Polisi

Senin, 20 April 2026 - 14:44 WIB

Modus Janjikan Masuk Kerja di PT Pusri, Pelaku Penipuan Diserahkan Warga ke Polisi

Sabtu, 18 April 2026 - 13:27 WIB

Jatanras Polda Sumsel Tangkap Begal Viral di Bukit Kecil Palembang 

Kamis, 16 April 2026 - 15:18 WIB

Jambret Kalung Emas Nyaris Babak Belur Dihajar Warga

Kamis, 16 April 2026 - 15:12 WIB

115 Unit Handphone Raib Digelapkan Karyawan Toko

Berita Terbaru

Empat Lawang

HUT ke-19 Empat Lawang Jadi Momentum Perkuat Arah Pembangunan Daerah

Selasa, 21 Apr 2026 - 20:37 WIB

443 jemaah calon haji kloter pertama asal Kabupaten OKU Timur yang telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Palembang, Selasa (21/4/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

443 Jemaah Haji Kloter Pertama OKU Timur Masuk Asrama Haji Palembang

Selasa, 21 Apr 2026 - 20:32 WIB