SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Keinginan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Palembang dengan cara yang lebih kreatif mendorong dua siswa SMK Negeri 5 Palembang menciptakan sebuah permainan edukatif berbasis digital. Game tersebut diberi nama “Warisan Emas Palembang”, sebuah game sederhana namun sarat informasi tentang ikon budaya dan wisata Ibu Kota Sumatera Selatan itu.
Dibangun dengan konsep matching card, permainan ini mengajak pemain mencocokkan kartu bergambar ikon-ikon khas Palembang mulai dari Jembatan Ampera, kain songket,hingga kuliner pempek. Setiap kartu dilengkapi ilustrasi dan penjelasan singkat sehingga pemain tak hanya bermain, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru mengenai budaya daerah.
Salah satu pengembang game, Izzah, menjelaskan bahwa konsep tersebut dipilih agar proses belajar terasa lebih menyenangkan, terutama bagi anak-anak.
“Kami ingin anak-anak belajar tanpa merasa terbebani. Lewat gambar dan permainan yang ringan, mereka bisa mengenal budaya Palembang dengan cara yang lebih seru,” ujarnya.
Rekan satu timnya, Raub, menuturkan bahwa pengembangan game ini bukan perkara mudah. Mereka membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan untuk menyelesaikan seluruh proses, mulai dari perancangan karakter, desain antarmuka hingga pemrograman.
“Ini jadi game ketiga yang kami buat selama belajar di sekolah. Setiap tahapnya menantang, tapi juga menambah pengalaman baru,” kata Raub.
Guru pembimbing mereka, Siska, mengatakan bahwa pembuatan game seperti ini sejalan dengan kurikulum Jurusan Animasi di sekolah tersebut. Para siswa memang diarahkan untuk menguasai berbagai kompetensi, termasuk pembuatan karakter, penyusunan storyboard, hingga penggunaan perangkat lunak pengembangan game.
“Proyek ini bagian dari proses pembelajaran mereka. Kami menekankan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghasilkan karya yang nyata,” tutur Siska.
Ia berharap karya siswa ini tidak berhenti sebagai tugas sekolah semata. Menurut Siska, game “Warisan Emas Palembang” memiliki potensi besar sebagai media belajar untuk anak-anak di tingkat sekolah dasar.
“Harapan saya, game ini bisa dimanfaatkan lebih luas. Kalau bisa digunakan di SD, anak-anak bisa mengenal budaya Palembang sejak dini lewat cara yang menyenangkan.
Kreativitas dua siswa ini menjadi contoh bahwa teknologi dapat menjadi jembatan untuk merawat sekaligus mengenalkan warisan lokal kepada generasi muda,”pungkasnya.

















