Karantina Sumsel dan IPC Perkuat Sinergi Logistik Ekspor

- Redaksi

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : kepala Karantina sumsel Sri Endang Ekandari

Foto : kepala Karantina sumsel Sri Endang Ekandari

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID– Untuk memperkuat kelancaran logistik ekspor komoditas asal Sumatera Selatan, Karantina Sumatera Selatan bersama PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang menggelar Coffee Morning bertajuk “Ngobrol Santai Bareng Shipper, Kupas Tuntas Permasalahan Logistik Ekspor” di Kantor Karantina Sumsel, Kamis (25/6).

 

Forum ini dihadiri oleh Karantina Sumsel, Bea Cukai Palembang, PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang, asosiasi pelaku usaha, perusahaan eksportir, serta pengguna jasa sebagai wadah memperkuat koordinasi dalam mendukung kelancaran logistik ekspor.

 

Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang menjadi langkah strategis untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan seluruh pemangku kepentingan.

 

“Tantangan logistik ekspor hanya dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, serta pelaku usaha,” tutur Sri Endah.

 

Sri Endah juga menjelaskan perkembangan layanan ekspor Karantina Sumsel serta berbagai komoditas unggulan yang dilalulintaskan ke mancanegara. Hingga tahun 2025, Karantina Sumsel menerbitkan 3.978 sertifikat ekspor atau meningkat 36,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 3.030 sertifikat. Sementara hingga 24 Juni 2026 telah diterbitkan 1.002 sertifikat ekspor.

 

“Komoditas ekspor unggulan Sumatera Selatan didominasi karet lempeng, kelapa bulat, Palm Kernel Expeller (PKE), kayu olahan, minyak kelapa mentah, pakan hewan, kopi, santan, dan produk hilirisasi perkebunan lainnya dengan tujuan utama Tiongkok, India, Vietnam, Malaysia, dan Singapura,” jelasnya

 

Sementara itu, PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang memaparkan kondisi terkini logistik ekspor, termasuk dinamika pelayaran internasional, ketersediaan kontainer dan reefer, serta kesiapan fasilitas terminal dalam mendukung arus ekspor. Berbagai asosiasi dan pelaku usaha juga menyampaikan masukan terkait kondisi logistik sebagai bahan evaluasi dan penyusunan solusi bersama.

 

Melalui forum kolaboratif ini, Karantina Sumsel dan PT IPC Terminal Petikemas Area Palembang mendapatkan sejumlah masukan dari pelaku usaha yang akan menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas layanan logistik ekspor di Sumatera Selatan.

Penulis : Kiki

Editor : Jaks

Berita Terkait

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan
Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan
Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas
IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga
Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD
Pendampingan Kader Posyandu Palembang Dalam Lomba SE Sumsel 
Bawa Senpira Saat Konvoi Bermotor, Pelajar SMK Gajah Mada Palembang Diamankan Polisi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kebahagiaan Kemerdekaan bagi 19 Anak Panti Asuhan Yunida Rizki

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:51 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:28 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD

Berita Terbaru