SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR – Terik matahari musim kemarau belakangan ini terasa begitu menyengat di Desa Teko Rejo, Kecamatan Buay Madang Timur. Sumur-sumur warga yang biasanya melimpah kini mengering, menyisakan dasar tanah yang retak. Di tengah kecemasan warga akan krisis air bersih, sebuah senyuman akhirnya merekah pada Sabtu sore (22/8/2026).
Deru mesin mobil patroli polisi yang mengangkut tangki air besar di bak belakang menjadi penanda datangnya harapan. Hari itu, personel Polsek Buay Madang Timur dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Swisspo, turun langsung menyusuri jalanan desa untuk membagikan 2.000 liter air bersih siap konsumsi.
Satu per satu warga, didominasi kaum ibu, keluar rumah dengan bergegas membawa jeriken, ember, hingga bak plastik kosong. Dengan sabar dan penuh kehangatan, para petugas berbaju cokelat membantu warga mengisikan air bersih melalui selang-selang panjang. Air jernih yang mengalir disambut riang oleh warga yang sudah berhari-hari kesulitan memenuhi kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan air minum.
Bagi warga setempat, bantuan ini bukan sekadar urusan pemenuhan fisik, melainkan bentuk kepedulian yang sangat menenteramkan hati di kala mereka merasa kesulitan.
“Kami hadir karena kami merasakan apa yang menjadi kesulitan masyarakat,” ujar Kapolsek Buay Madang Timur, Iptu Swisspo, di sela-sela kesibukannya memegang jeriken warga. “Musim kemarau ini berat bagi mereka, dan bantuan 2.000 liter air ini adalah wujud nyata bahwa Polri selalu ada di tengah-tengah masyarakat, bukan hanya untuk keamanan, tetapi juga kemanusiaan.”
Saat jarum jam menunjukkan pukul 17.00 WIB, tangki air telah kosong dan seluruh wadah milik warga telah terisi penuh. Petugas berpamitan diiringi lambaian tangan dan ucapan terima kasih yang tulus dari masyarakat Desa Teko Rejo. Sore itu, dahaga warga tak hanya terobati oleh air yang jernih, tetapi juga oleh kebersamaan yang hangat bersama aparatnya.
Penulis : Mamat
Editor : Aan Wahyudi













