Sidang Perdana Guggatan Enny Indrianny kepada Tergugat Adiono Taslim, Polda Sumsel dan Kejati

- Redaksi

Kamis, 15 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sidang perdana gugatan Enny Indrianny kepada tergugat Adiono Taslim, Polda Sumsel dan Kejati, digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (14/6/2023).

Usai sidang, Enny Indrianny didampingi pengacaranya yaitu Sunaryo, SH.M.H dan Muhammad Saddam Saputra, SH memberikan keterangan kepada awak media.

Sunaryo SH.M.H mengatakan, hari ini 14 Juni 2023 pihaknya sidang perdana.

“Beberapa waktu yang lalu klien kami ibu Enny telah dinyatakan bebas dengan dua putusan. Pertama keputusan PN Palembang nomor 1025/Pid.B/2022/PN.Plg. Menyatakan klien kami bebas dari berbagai dakwaan dan KASASI oleh JPU Kejaksaan Tinggi Palembang dan dinyatakan ditolak oleh majelis hakim Agung dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 328.K/Pid/2023.

“Berdasarkan putusan itu, hari ini kami mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum yaitu yang melaporkan klien kami yaitu Adiono Taslim. Dan kami menuntut Kapolri Kapolda kemudian kejaksaan Agung CQ Kejaksaan Tinggi, karena kami merasa dalam proses penyidikan atas nama klien kami Ibu Enny ini tidak profesional sehingga diputus bebas.”

“Oleh karena itu kami melakukan tuntutan atau gugatan kepada Adiono Taslim dan dua institusi. Kami minta ganti rugi karena selama klien kami tiga bulan ditahan, banyak kerugian yang dialami baik materiil dan inmateriil. Kemudian juga kepada polisi dalam hal ini Kapolda provinsi Sumsel dan Kejaksaan Tinggi Palembang. Itu materi gugatan kami pada hari ini,” bebernya.

Lebih lanjut, Sunaryo menjelaskan, masalahnya adalah kliennya Bu Enny dituduh atas penipuan dan penggelapan dan akhirnya diproses dan beliau disidang di pengadilan Negeri Palembang.

Namun ternyata tidak bersalah, karena perbuatan itu ternyata perbuatan perdata bukan pidana.

“Tetapi polisi telah menetapkan tersangka padanya dan ditahan. Kemarin saat ditahan kita mengajukan ditunda dulu proses penyidikannya. Namun polisi dan kejaksaan tidak menghiraukan surat ini. Sehingga masih diproses, hingga klien kami ditahan selama 3 bulan. Jadi beliau sangat menderita di penjara, sementara ia sebagai orang bebas orang merdeka. Tetapi elama 3 bulan ditahan polisi,” bebernya.

Selama di tahanan, sambung Sunaryo, kliennya, Enny mengalami kerugian karena nama baik beliau rusak. Sehingga ada proyek yang tidak jadi dikerjasamakan.

“Jadi beliau minta ganti rugi terhadap Adiono Taslim, Polda Sumsel dan Kejati,” ucapnya.

Sementara itu, Muhammad Saddam Saputra, SH menuturkan, gugatan hari ini awalnya adalah ibu Enny dituduh menipu.

“Padahal itu tidak benar dan ibu Enny perkaranya diadukan bersama Oktariana. Dan Oktariana ini sebelumnya sudah diadukan oleh Bu Enny, dan sekarang Oktariana ini dalam menjalani hukuman di Lapas Merdeka,” tuturnya.

Sementara itu, Enny Indrianny mengucapkan terima kasih kepada bapak majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang yang telah memutuskan bahwa tuduhan atas dirinya bukan pidana sehingga tidak terbukti.

“Dan saya telah dibebaskan oleh majelis hakim.”

“Di mana tanggal 3 Agustus 2022, saya ditahan oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Palembang jaksa JPU berinisial M. Pada hari itu begitu kasus saya di P21 dan saya langsung ditangkap dengan Jaksa inisial M beserta oknum di Polda Sumsel. Saya diperlakukan seperti seorang penjahat seperti seorang penipu besar, padahal saya adalah korban dari Oktariana,” katanya.

Enny menjelaskan, Adiono Taslim telah mencairkan bilyet giro sebesar Rp 75 juta.

“Pada saat saya di BAP saya jelaskan kepada penyidik dan penyidik subdit 2 Harda Polda Sumsel penyidiknya Kompol Suharno dan Yanto, satu barang bukti saya bilyet giro yang dicairkan oleh Adiono Taslim dihilangkan.”

“Pinjaman kepada Adiono Taslim itu pun bukan saya. Karena saya tidak kenal dengan Adiono Taslim sama sekali. Saya dibawa Oktariana ke showroom Adiono. Bilyet giro yang kosong itu bukan dari saya, dan saya sudah jelaskan kepada pendidik Polda Sumsel berkali-kali tapi mereka tidak menghiraukan kejujuran saya,” bebernya.

Enny menjelaskan, Bilyet Giro bukan dari pihak saya. Dari pihak saksi sebelah saya belum di BAP oleh penyidik tapi sudah di P21 kan oleh Jaksa Penuntut Umum di situ saya melihat oknum di Polda Sumsel dan oknum kejaksaan memihak kepada pihak Adiono Taslim.

“Sekarang saya minta keadilan untuk diri saya. Saya ditahan di Polda di Tahti Polda Sumsel seperti seorang penjahat ditempatkan di ruang gelap, ruang pengap. Sekarang saya menggugat dan akan melapor balik pihak Adiono Taslim,” tandasnya.

Enny meminta kepada awak media untuk terus mengawal perkara ini. Sehingga pekara ini menjadi akuntabilitas dan transparan baik pekara yang saat ini sedang diajukan Kasasi ataupun perkara yang saat ini sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Palembang.

Untuk diketahui, Enny Indrianny beberapa hari kedepan akan melaporkan balik Adiono Taslim ke pihak kepolisian. (*)

Berita Terkait

Simulasi TKP Jadi Arena Adu Ketangkasan, Kapolda Sumsel Uji Kemampuan Penyidik Polres Se-Sumsel
Todong Korban dengan Pisau, Begal Motor di Muba Diringkus Polisi Saat Bersembunyi di Banyuasin
Operasi Senpi Musi 2026 Ungkap 16 Kasus, Polda Sumsel Sita 119 Senjata Api dan Ratusan Amunisi
Emas 6,7 Gram Dipinjam untuk Modal Dapur MBG, Tak Kunjung Dikembalikan hingga Korban Rugi Rp15,4 Juta
Sindikat Narkoba Pemasok Kawasan Tambang Dibongkar, Polisi Sita 11.443 Ekstasi dan Hampir 1,4 Kg Sabu
Korupsi E-Batara Pos Rp4,67 Miliar, Mantan Kepala Kantor Pos Air Sugihan Ditahan Kejari OKI
Pria Diduga Rudapaksa Perempuan Berkebutuhan Khusus di Palembang, Aksi Terekam CCTV
Terungkap di Sidang Korupsi KUR BSI: Syarat PT KIM Tak Lengkap, Mantan Branch Manager Akui Tetap Setujui Pencairan Rp9,5 Miliar

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:33 WIB

Todong Korban dengan Pisau, Begal Motor di Muba Diringkus Polisi Saat Bersembunyi di Banyuasin

Senin, 22 Juni 2026 - 13:51 WIB

Operasi Senpi Musi 2026 Ungkap 16 Kasus, Polda Sumsel Sita 119 Senjata Api dan Ratusan Amunisi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:28 WIB

Emas 6,7 Gram Dipinjam untuk Modal Dapur MBG, Tak Kunjung Dikembalikan hingga Korban Rugi Rp15,4 Juta

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:21 WIB

Sindikat Narkoba Pemasok Kawasan Tambang Dibongkar, Polisi Sita 11.443 Ekstasi dan Hampir 1,4 Kg Sabu

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:38 WIB

Korupsi E-Batara Pos Rp4,67 Miliar, Mantan Kepala Kantor Pos Air Sugihan Ditahan Kejari OKI

Berita Terbaru