Sidang Eksepsi Alex Noerdin: Penasehat Hukum Soroti Pelanggaran Pasal 156 dan 143 KUHAP

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa hukum Alex Noerdin, Titis Rachmawati, SH MH, didampingi Redho Junaidi, SH MH, memberikan keterangan usai membacakan eksepsi di PN Tipikor Palembang, Senin (1/12/2025). (Photo Hermansyah)

Kuasa hukum Alex Noerdin, Titis Rachmawati, SH MH, didampingi Redho Junaidi, SH MH, memberikan keterangan usai membacakan eksepsi di PN Tipikor Palembang, Senin (1/12/2025). (Photo Hermansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sidang pembacaan eksepsi terdakwa Alex Noerdin dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Pasar Cinde Palembang kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang, Senin (1/12/2025).

Eksepsi tersebut disampaikan langsung oleh tim penasihat hukum Alex Noerdin di hadapan majelis hakim yang diketuai Fauzi Isra, SH., MH., serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumsel.

Usai persidangan, kuasa hukum Alex Noerdin, Titis Rachmawati, SH MH.didampingi Redho Junaidi, SH MH.menjelaskan bahwa eksepsi mereka bertujuan untuk menepis seluruh dakwaan JPU, termasuk dugaan adanya cacat materiil dalam surat dakwaan.

“Eksepsi telah kami bacakan sepanjang 24 halaman. Ada beberapa poin penting yang kami sampaikan secara panjang lebar,” ujar Titis.

Ia melanjutkan, terdapat dugaan pelanggaran terhadap Pasal 156 KUHAP dan Pasal 143 KUHAP, di mana pihaknya menilai JPU tidak menguraikan secara lengkap dan cermat dakwaan tersebut, baik mengenai lokus, tempus, maupun uraian peran terdakwa Alex Noerdin.

“Selain itu, penggabungan dakwaan antara peran klien kami dengan terdakwa kedua juga dinilai tidak tepat, dan menurut kami mengandung cacat formal,” tegas Titis.

Sementara itu, Redho Junaidi menambahkan bahwa dalam eksepsi tersebut mereka juga menyampaikan hasil analisis dari BAP serta keterangan ahli, khususnya terkait angka kerugian negara sebesar Rp137 miliar.

“Kerugian itu bukan uang negara yang keluar, itu jelas. Nilai tersebut bersumber dari sekitar Rp90 miliar nilai bangunan Pasar Cinde yang roboh, serta dana masyarakat sebesar Rp193 miliar. Dalam skema BGS ini tidak ada penggunaan ataupun pengeluaran uang negara. Jadi harus dipahami demikian,” ujar Redho menegaskan.

Setelah pembacaan eksepsi, Redho menyebut sidang akan dilanjutkan pada Jumat 5 Desember 2025 mendatang. (ANA)

Berita Terkait

Pria Ini Ditembak Temannya Pakai Senapan Angin
Polda Sumsel Bongkar Modus Situs Pendaftaran Fiktif Bhayangkara Run 2026, Dua Pembuatnya Diciduk di Riau
Sales Diduga Gelapkan Uang Penjualan Besi Baja Rp2,3 Miliar, Diserahkan ke Polrestabes Palembang
Beraksi Pelaku Pencurian di Toko ABA Terekam CCTV
Sidang Korupsi Guest House UIN Raden Fatah, Tiga Saksi Tim Pengadaan dan Perencanaan Diperiksa
TO Curanmor di Kertapati Dibekuk, Polisi Sita Kunci T dan Motor Diduga Dipakai Beraksi
Kuasa Hukum Terdakwa: Keterangan Lima Petambak Meringankan Sapriadi, Dana KUR Tak Seluruhnya Dinikmati PT KIM
Kuasa Hukum Bongkar Fakta Persidangan, Bantah Cartridge Vape Dua Mahasiswa UIN Jambi Mengandung Etomidate

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:07 WIB

Pria Ini Ditembak Temannya Pakai Senapan Angin

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:06 WIB

Polda Sumsel Bongkar Modus Situs Pendaftaran Fiktif Bhayangkara Run 2026, Dua Pembuatnya Diciduk di Riau

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:41 WIB

Sales Diduga Gelapkan Uang Penjualan Besi Baja Rp2,3 Miliar, Diserahkan ke Polrestabes Palembang

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Beraksi Pelaku Pencurian di Toko ABA Terekam CCTV

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:38 WIB

Sidang Korupsi Guest House UIN Raden Fatah, Tiga Saksi Tim Pengadaan dan Perencanaan Diperiksa

Berita Terbaru