SUARAPUBLIK.ID,PALEMBANG – Suasana pagi di SD Negeri 81 Palembang terlihat berbeda. Sebelum bel masuk berbunyi, para siswa sudah tampak sibuk membaca, bernyanyi, hingga bercerita. Semua kegiatan itu merupakan bagian dari program “Jam ke-Nol”, rutinitas yang dimulai setiap pukul 06.45 hingga 07.00 WIB, sebelum jam pelajaran utama dimulai.
Program ini, menurut Kepala SD Negeri 81 Palembang Hj. Yales Tyawati, S.Pd., M.M., bertujuan membentuk karakter dan menanamkan kedisiplinan sejak dini kepada peserta didik.
“Kegiatan Jam ke-Nol hanya berlangsung 15 menit setiap pagi, tetapi dampaknya besar bagi anak-anak. Mereka belajar disiplin waktu, menumbuhkan semangat, dan memperkuat karakter melalui kegiatan literasi dan numerasi,” ujar Yales saat ditemui di sekolahnya, Jumat (7/11/2025).
Dalam jam ke-Nol, siswa diajak melakukan berbagai kegiatan positif seperti berdoa bersama, membaca ayat-ayat pendek, menyanyikan lagu Indonesia Raya, membaca buku, hingga bercerita di depan teman-temannya. Pihak sekolah juga telah menyiapkan pojok baca untuk mendukung kegiatan literasi tersebut.
Selain kegiatan rutin setiap pagi, setiap hari Jumat sekolah ini juga menggelar pembacaan Surat Yasin bersama di halaman sekolah. Menurut Yales, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan nilai spiritual dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
“Kami ingin suasana sekolah hidup dan berwarna. Tidak hanya membaca doa, tapi juga bergantian menampilkan bacaan cerita, mengarang, dan berbagai aktivitas yang membangun kepercayaan diri anak,” tambahnya.
Program “Jam ke-Nol” sendiri merupakan kebijakan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk diterapkan di seluruh SD negeri. Tujuannya, agar sekolah dapat menjadi ruang pembiasaan positif, bukan sekadar tempat belajar akademik.
Dengan semangat itu, SD Negeri 81 Palembang berkomitmen menjadikan Jam ke-Nol bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah nyata membentuk generasi muda yang disiplin, cerdas, dan berkarakter,”pungkasnya.

















