Realisasi Pajak Daerah Sumsel Over di Target TW III, Optimis Capai Target 2024

- Redaksi

Senin, 7 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatra Selatan melaporkan realisasi Pajak Daerah (PD) sampai dengan Triwulan (TW) ke III tahun 2024 telah mencapai Rp3,2 triliun lebih.

Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi melalui Kepala Bapenda Sumsel Achmad Rizwan menyebut angka itu telah mencapai 76,58 persen dari total target tahun 2024 yang dipatok Rp4,3 triliun.

“Persentase 76,58 persen pada TW III telah Over target sebesar 6,58 persen dari Target yang sudah di tetapkan sebesar 70persen dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah guna menunjang berjalannya pembangunan daerah dan mendukung program di Sumsel,” kata Rizwan dibincangi Jumat (4/10/2024).

Adapun realisasi di masing-masing jenis pendapatan diantaranya pajak kendaran bermotor (PKB) mencapai Rp871 miliar atau 72,68 persen dari target, BBN-KB Rp813 miliar atau 75 persen, serta PBB-KB mencapai Rp1,2 Triliun atau 89,79 persen dari sasaran.

Sementara untuk instrumen pendapatan lainnya, meliputi pajak permukaan air (PAP) Rp9,1 miliar atau 66,08 persen dari target, serta pendapatan dari pajak rokok yang terealisasi Rp389 miliar atau 59,42persen.

Rizwan menerangkan sejumlah program dan kegiatan yang telah dilakukan guna mencapai target yang telah ditetapkan diantaranya program pembebasan pokok dan denda bunga PKB dan BBN-KB, serta kegiatan optimalisasi pajak daerah (Door To Door, TIM OPAD PBB-KB dan PAP).

“Kita juga upayakan melalui kemudahan pelayanan pajak daerah melalui sistem pembayaran online melalui E-Dempo, Signal , Modern Chanel dan bekerjasama dengan Ditlantas Polda Sumsel dan PT.Jasa Raharja Cabang Sumsel” bebernya.

Lebih lanjut, imbuhnya, Pemerintah Provinsi Sumsel juga kembali menggelar program pemutihan pajak kendaraan bermotor tahun 2024 guna mendongkrak pendapatan daerah dari sektor tersebut.

“Program itu telah berjalan mulai dari 19 Agustus 2024 hingga 14 Desember 2024. Sampai saat ini program tersebut juga sangat membantu dalam realisasi Pajak Daerah, ” pungkasnya.

Berita Terkait

Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap
Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk
Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 
Motor Diparkir Saat Belanja di Indomaret, Buruh di Palembang Jadi Korban Curanmor
Empat Terdakwa Penyalahgunaan Bio Solar Dituntut Dua Tahun Penjara di PN Palembang
Live Facebook Promosikan Judol, Dua Streamer Palembang Dituntut 2 Tahun Penjara
BM BSI Akui Skema Pencairan KUR Tambak Tak Sesuai SOP, Kerugian Disebut Capai Rp9,5 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:10 WIB

Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:32 WIB

Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:29 WIB

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:21 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:09 WIB

Motor Diparkir Saat Belanja di Indomaret, Buruh di Palembang Jadi Korban Curanmor

Berita Terbaru

Ilustrasi - Logo Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan. Foto: istimewa

Kota Palembang

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Jumat, 26 Jun 2026 - 21:29 WIB