Ramadan MBG Tetap Jalan: Sekolah Pilih Bahan Kering Demi Keamanan Pangan

- Redaksi

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 226 Palembang pada Ramadan 1447 Hijriah

Pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 226 Palembang pada Ramadan 1447 Hijriah

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Memasuki hari pertama kegiatan belajar mengajar pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di sejumlah sekolah dasar di Kota Palembang.

Namun, mekanisme distribusi mengalami penyesuaian. Jika pada hari biasa siswa menerima makanan siap santap, selama Ramadan paket MBG dibagikan dalam bentuk bahan kering yang lebih tahan lama.

Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga, mengingat makanan baru akan dikonsumsi saat berbuka puasa. Paket MBG yang diterima siswa antara lain telur rebus, roti, susu, serta buah-buahan yang dirancang tetap layak konsumsi hingga sore hari.

Kepala SD Negeri 81 Palembang, Yales Tyawati, S.Pd., M.Si., menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi agar makanan tidak berubah aroma atau basi karena disimpan dalam waktu lama.

“Selama Ramadan, MBG tetap kami bagikan. Hanya saja bentuknya bahan yang lebih awet dan bisa dikonsumsi siswa saat berbuka nanti. Kami ingin memastikan asupan gizi tetap terpenuhi tanpa menimbulkan risiko,” ujarnya.

Menurut Yales, jika makanan diberikan dalam bentuk masakan siap santap seperti hari biasa, kualitasnya dikhawatirkan menurun karena jarak waktu antara pembagian dan konsumsi cukup panjang. Oleh sebab itu, bahan kering dinilai menjadi pilihan paling aman dan efektif.

Hal senada disampaikan Wali Kelas SD Negeri 226 Palembang, Yulinar. Ia menyebut pembagian MBG tetap dilakukan secara berkala, bahkan satu paket bisa mencukupi kebutuhan siswa hingga tiga hari.

“Alhamdulillah, program ini tetap berjalan. Yang dibagikan bahan kering agar tidak mudah basi. Siswa bisa menyimpannya dan menikmatinya saat berbuka puasa,” katanya.

Yulinar menambahkan, kebijakan tersebut mendapat respons positif dari para orang tua siswa. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, paket bahan kering dinilai lebih fleksibel karena dapat dikonsumsi sesuai kebutuhan keluarga di rumah.

“Program MBG selama Ramadan menjadi bukti perhatian terhadap pemenuhan gizi siswa tidak surut meski pola belajar berubah. Sekolah berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan pendidikan dan kesehatan peserta didik,” tutupnya.

Penulis : Hasan Basri

Editor : Jaks

Berita Terkait

Baru Dua Bulan Bebas, Residivis Curanmor Kembali Beraksi
Mantan Guru P3K di Palembang Diciduk, Uang Rp 250 Juta Raib dengan Janji Lolos CPNS
Didi Yanto Serahkan Berkas, Jadi Pendaftar Pertama Calon Ketua PSSI Sumsel
Diduga Anaknya Difitnah Saat Live TikTok Ibu ini Laporkan Pemilik Akun ke Polisi
Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi
KLF III Unsri Perluas Kompetisi Literasi Finansial ke Tingkat Nasional, Angkat Isu FOMO
Guru Fisika dari Ogan Ilir Tembus Top 12 Nasional Terpujilah Guru Telkomsel
Dipergoki Bawa Golok di Kawasan Monpera, YS Diamankan Polisi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Baru Dua Bulan Bebas, Residivis Curanmor Kembali Beraksi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Mantan Guru P3K di Palembang Diciduk, Uang Rp 250 Juta Raib dengan Janji Lolos CPNS

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Didi Yanto Serahkan Berkas, Jadi Pendaftar Pertama Calon Ketua PSSI Sumsel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Anaknya Difitnah Saat Live TikTok Ibu ini Laporkan Pemilik Akun ke Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi

Berita Terbaru

pelaku

Kota Palembang

Baru Dua Bulan Bebas, Residivis Curanmor Kembali Beraksi

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:33 WIB

Foto suasana saat santri memperingati hari Santri Nasional di ponpes An-nur di Desa Tebing kec.Lempuing. kabupaten OKI

Ogan Komering Ilir

Hari Santri 2026! Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas!

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:08 WIB