PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Aisyah Anggraini, guru SMA Negeri 1 Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, membawa nama Sumatera Selatan ke tingkat nasional setelah berhasil masuk Top 12 Program Terpujilah Guru yang digagas Telkomsel. Dari sekitar 4.000 peserta, Aisyah mampu melewati serangkaian seleksi hingga menjadi salah satu finalis terbaik dalam program tersebut.
Pencapaian ini bukan sekadar prestasi individu. Aisyah juga membawa semangat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, menarik, serta sesuai dengan kebutuhan siswa di sekolah.
“Bangga sekali karena bisa mewakili Sumsel dan membawa nama sekolah. Tentunya saya ingin memberikan yang terbaik,” ujar Aisyah.
Perjalanan Aisyah mengikuti program tersebut bermula dari informasi yang ditemukannya di Instagram. Karena belum mendapatkan sosialisasi secara langsung, ia sempat memastikan keaslian program melalui pesan langsung atau direct message (DM) kepada admin Telkomsel.
“Saya tanya melalui DM, apakah benar Terpujilah Guru ini program Telkomsel. Alhamdulillah dijawab benar, jadi saya pastikan dulu informasinya,” katanya.
Selama mengikuti program, Aisyah mendapatkan pelatihan mengenai pengembangan metode pengajaran dan pemanfaatan teknologi digital, khususnya AI. Dalam pelatihan itu, guru didorong memahami bahwa kecerdasan buatan bukan untuk menggantikan peran pendidik, melainkan menjadi alat bantu dalam mencari ide, mengembangkan kreativitas, dan menyiapkan materi pembelajaran.
Peserta juga ditantang menghasilkan berbagai produk pembelajaran, mulai dari poster, lembar kerja peserta didik (LKPD), bahan presentasi PowerPoint (PPT), hingga kuis interaktif berbasis HTML. Produk tersebut dikembangkan sesuai mata pelajaran yang diampu agar dapat digunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar.
Sebagai guru Fisika, Aisyah membuat materi pembelajaran yang disesuaikan dengan bidangnya dan kebutuhan siswa. Dengan dukungan teknologi, konsep-konsep Fisika diharapkan dapat disampaikan melalui cara yang lebih variatif dan mudah dipahami.
“Jadi hasilnya bisa langsung digunakan dalam pembelajaran. Kalau saya guru Fisika, tugasnya juga dibuat sesuai materi Fisika,” jelasnya.
Pelatihan tidak hanya berfokus pada pembuatan materi ajar. Peserta juga belajar memproduksi konten edukasi digital, mulai dari menentukan pembuka atau hook yang menarik, menyampaikan pesan utama, hingga melakukan penyuntingan menggunakan platform digital.
Aisyah memanfaatkan keterampilan tersebut untuk membuat konten Fisika yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu topik yang diangkat ialah alasan penggunaan bahan kayu atau plastik pada pegangan panci. Melalui contoh sederhana, konsep Fisika dapat dijelaskan dengan menghubungkan materi pelajaran dan pengalaman yang akrab bagi siswa.
Peserta juga diarahkan mengikuti sertifikasi Google Educator, termasuk Level 1, Level 2, dan Gemini. Menurut Aisyah, rangkaian pembelajaran tersebut memperluas kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi sekaligus memahami aspek lain yang berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar.
“Bukan hanya teknologi, kami juga belajar memahami kebutuhan murid, psikologi dan bagaimana membuat pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak,” ujarnya.
Setelah berhasil menembus Top 12 nasional, Aisyah mengikuti kegiatan bootcamp di Jakarta pada 20–24 September 2026. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan metode pembelajaran di SMA Negeri 1 Pemulutan Barat, sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah.
Bagi Aisyah, perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan. Pemanfaatan AI perlu diiringi pemahaman terhadap karakter serta kebutuhan siswa agar teknologi benar-benar mendukung proses pembelajaran, bukan sekadar menjadi alat untuk menghasilkan materi ajar.
“Sebagai guru kita harus terus belajar. Apa yang kami dapatkan di program ini mudah-mudahan bisa diterapkan di sekolah dan bermanfaat untuk murid,” pungkasnya.
Kegiatan Terpujilah Guru menunjukkan bahwa Telkomsel selalu memberikan Kesempatan Bersama Untuk Maju, Terpujilah Guru dapat menjadi bagian dari perluasan manfaat digital, untuk terus mendekatkan manfaat teknologi dengan kebutuhan pengajar guna meningkatkan kemampuan anak didik demi kemajuan bangsa.
Penulis : Yun
Editor : Jaks
















