
FKIP Unsri foto bersama dengan siswa usai Kontes Literasi Finansial III Tahun 2026.
SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Program Studi Pendidikan Ekonomi, Departemen Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar Kontes Literasi Finansial (KLF) III Tahun 2026 dengan cakupan peserta tingkat nasional.
Kompetisi yang menyasar siswa SMA, SMK, dan MA se-Indonesia ini mencapai puncaknya di Aula Lantai 3 FKIP Unsri Kampus Ogan, Kamis (22/10/2026).
KLF III mengangkat tema “Bijak Finansial di Era FOMO: Mewujudkan Generasi Z yang Cerdas, Kritis, dan Mandiri”. Tema tersebut menyoroti tantangan generasi muda dalam mengelola keuangan di tengah pengaruh media sosial yang dapat mendorong perilaku konsumtif, pembelian impulsif, hingga keputusan investasi tanpa mempertimbangkan risiko.
Ketua Pelaksana KLF III, Fitriyanti, S.Pd., M.Pd mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana edukasi untuk membangun kesadaran finansial di kalangan pelajar.
“KLF tidak hanya dirancang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran, kolaborasi, dan penguatan karakter finansial peserta didik,” ujar Fitriyanti, Kamis (22/10/2026).
Kompetisi ini mempertandingkan tiga cabang, yakni Lomba Video Literasi Keuangan, Lomba Cerdas Cermat (LCC) Literasi Finansial, dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Literasi Finansial. Setiap tim terdiri dari maksimal tiga siswa, dengan ketentuan setiap sekolah dapat mengirimkan paling banyak tiga tim.
“Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan pembukaan secara daring pada 9 September 2026. Selanjutnya, panitia menggelar technical meeting dan pelatihan penggunaan aplikasi That Quiz pada 13 Oktober, sebelum memasuki babak penyisihan sehari kemudian,” kata Fitriyanti.
Pada cabang Lomba Cerdas Cermat, sebanyak 27 tim mengikuti babak penyisihan bertajuk Adu Pintar secara daring melalui Zoom. Peserta mengerjakan 40 soal pilihan ganda dalam waktu 60 menit. Sembilan tim kemudian melaju ke babak final JITU (Juara Ilmu Tepat Unggul) yang digelar secara luring pada 22 Oktober 2026.
Babak final LCC terdiri dari tiga ronde dengan mekanisme soal pilihan amplop dan soal rebutan. Tim dengan nilai tertinggi pertama pada setiap ronde bersaing memperebutkan juara I hingga III, sedangkan peraih nilai tertinggi kedua bersaing untuk kategori juara harapan.
Sementara itu, cabang KTI diikuti peserta yang mengusung beragam inovasi pengelolaan keuangan. Delapan karya terbaik lolos ke babak presentasi final secara daring. Gagasan yang diangkat antara lain aplikasi pengelolaan anggaran dinamis, pemanfaatan kecerdasan buatan dan gamifikasi keuangan, hingga permainan edukasi untuk mengendalikan perilaku konsumtif akibat FOMO.
Pada cabang Video Literasi Keuangan, peserta mengirimkan karya audiovisual berdurasi 5–10 menit sesuai tema kompetisi. Enam video terbaik ditetapkan sebagai pemenang berdasarkan penilaian dewan juri.
Dalam kategori KTI, juara pertama diraih tim SMA Negeri 1 Palangka Raya yang beranggotakan Tristan Okniel Datubakka, Brigida Santha Tunjung Biru, dan Cantika Safira Yasmin. Mereka mengusung karya berjudul Saku Cerdas: Aplikasi Manajemen Keuangan Berbasis Dynamic Budgeting untuk Menekan Perilaku Impulsif Gen Z.
Juara kedua diraih tim SMA Negeri 5 Palembang melalui karya tentang optimalisasi penggunaan dompet digital untuk meningkatkan kemampuan manajemen keuangan siswa. Sementara juara ketiga diraih tim SMA Negeri 2 Kota Jambi dengan inovasi permainan edukasi finansial bertajuk Fomopoly.
Pada kategori Video Literasi Keuangan, juara pertama diraih tim SMA Sriwijaya Lab School Unsri yang terdiri dari Jihan Farahniza, Adinda Pratiwi, dan Oryza Aisha Nur. Juara kedua diraih tim SMA PGRI 2 Palembang, sedangkan juara ketiga diraih tim SMA Negeri 5 Palembang.
Adapun pada kategori LCC Literasi Finansial, juara pertama diraih tim SMA Negeri 17 Palembang yang beranggotakan Gavin Azka Prasetiono, M. Fahri Refaldo, dan Rafiif Ahmad Halomoan. Juara kedua diraih tim SMA Ignatius Global School Palembang, disusul tim SMA Pusri Palembang di posisi ketiga.
Melalui penyelenggaraan KLF III, Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Unsri berharap pelajar semakin mampu mengelola keuangan secara bijak, berpikir kritis terhadap tren digital, serta mengambil keputusan finansial secara mandiri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas jejaring antarsekolah di tingkat nasional. (*)
Penulis : Admin
















