Potensi Dehidrasi, BMKG Minta Masyarakat Waspada Dampak Cuaca Panas

- Redaksi

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Cuaca panas di Palembang, Jum'at (17/10/2025). Foto : Tia

Ilustrasi - Cuaca panas di Palembang, Jum'at (17/10/2025). Foto : Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di provinsi itu dalam beberapa hari terakhir, dengan suhu udara mencapai 34 hingga 35 derajat Celcius.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis menyebut jika kondisi tersebut masih tergolong normal secara klimatologis, namun perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan kebakaran hutan maupun lahan (karhutla).

“Peningkatan suhu ini disebabkan oleh gerak semu matahari yang saat ini melintas di sekitar wilayah Sumatera Selatan menuju ke Belahan Bumi Selatan. Akibatnya, radiasi sinar matahari terasa lebih kuat,” kata Wandayantolis di Palembang, Jum’at (17/10/2025).

Ia mengatakan panas terik juga dipicu oleh minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan tutupan awan berkurang, sehingga sinar matahari langsung memanaskan permukaan bumi.

“Karena awan hampir tidak terbentuk, panas matahari langsung mengenai permukaan dan membuat suhu udara terasa lebih tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan suhu muka laut di sekitar perairan Indonesia juga cenderung lebih hangat dari biasanya, yang turut berpengaruh pada peningkatan suhu udara di daratan terutama di wilayah perkotaan seperti Palembang, Prabumulih, dan Banyuasin.

Menurutnya, kondisi panas ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Oktober 2025, sebelum berangsur menurun seiring datangnya musim hujan.

“Selama periode kering ini, potensi kebakaran lahan meningkat. Kami imbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan pada siang hari, menggunakan pakaian berwarna terang dan longgar, serta memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

“Begitu hujan mulai turun dan tutupan awan meningkat, suhu udara akan berangsur lebih sejuk,” ucap dia.

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah TK hingga SMP di Palembang Beralih ke PJJ
Hilang Kendali, Mobil Avanza Dikendarai Oleh Dokter Muda Ini Nyemplung 
Samsat Menyapa Hadir di Seluruh Kab/Kota Sumsel, Dorong Tertib Administrasi Kendaraan dan Keselamatan Berkendara
Antrean Biosolar Sumsel Memanjang, Distribusi FAME Jadi Sorotan
Ambil HP Korban di Jalan, Basaruddin Divonis 8 Bulan Penjara
Sabu 488,70 Gram, Andrika Divonis 10 Tahun Penjara di PN Palembang
Zero Balap Liar Ratusan Pemuda Deklarasi Tolak Balap Liar
Angkut 10 Ribu Liter Solar Sulingan dari Muba ke Lampung, Dua Sopir Divonis 15 Bulan Penjara

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:16 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah TK hingga SMP di Palembang Beralih ke PJJ

Selasa, 8 September 2026 - 21:11 WIB

Hilang Kendali, Mobil Avanza Dikendarai Oleh Dokter Muda Ini Nyemplung 

Selasa, 8 September 2026 - 18:36 WIB

Samsat Menyapa Hadir di Seluruh Kab/Kota Sumsel, Dorong Tertib Administrasi Kendaraan dan Keselamatan Berkendara

Selasa, 8 September 2026 - 17:08 WIB

Ambil HP Korban di Jalan, Basaruddin Divonis 8 Bulan Penjara

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sabu 488,70 Gram, Andrika Divonis 10 Tahun Penjara di PN Palembang

Berita Terbaru