Polisi Ringkus Pembacok Petani di Ogan Ilir

- Redaksi

Sabtu, 1 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku saat diamankan di Polsek Tanjung Batu. (Photo: Istimewa)

Pelaku saat diamankan di Polsek Tanjung Batu. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, OGAN ILIR – Seorang pria berinisial C (34), warga Desa Talang Tengah Darat, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir ditangkap usai membacok S (36).

Penangkapan dilakukan Team Rimau Batu Unit Reskrim Polsek Tanjung Batu pada Rabu (29/10/2025) sekitar pukul 22.00 WIB, di Desa Lubuk Bandung, Kecamatan Payaraman.

Operasi penangkapan dipimpin langsung oleh Kapolsek Tanjung Batu Iptu Iwanto Putra didampingi Kanit Reskrim Aipda Mansyur dan anggota Unit Reskrim.

Kapolsek Tanjung Batu IPTU Iwanto Putra menjelaskan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis sore (23/10/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban S bersama saksi D (21) baru pulang dari bekerja di PT Vista Agung Kencana dan diikuti oleh pelaku.

Setibanya di Desa Talang Tengah Darat, korban berhenti, lalu pelaku menghampiri dan menegur dengan nada menantang. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung mengayunkan parang ke arah kepala korban berkali-kali.

“Helm yang dipakai korban sempat menahan beberapa tebasan pertama. Namun, serangan berikutnya mengenai leher belakang, lengan kiri, dan pinggang korban,” jelas Iwanto, Sabtu (1/11/2025).

Akibatnya, korban mengalami luka bacok serius dan harus mendapat lebih dari 30 jahitan di beberapa bagian tubuh. Setelah kejadian, pelaku melarikan diri ke rumah orang tuanya di Desa Lubuk Bandung, Kecamatan Payaraman.

Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap pelaku tanpa perlawanan.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu helm warna hitam, satu hoodie hitam, satu kaus cokelat, dan sebilah parang panjang sekitar 50 sentimeter bergagang kayu.

“Tersangka kami amankan bersama barang bukti. Dan saat diinterogasi tersangka mengakui perbuatannya. Saat ini penyidik sedang melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Iwanto.

Tersangka dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Kata Iwanto, pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan di wilayah hukum Polsek Tanjung Batu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin. Jangan ada lagi tindakan kekerasan yang hanya menambah penderitaan bagi semua pihak,” kata Iwanto. (ANA)

Berita Terkait

Jual Sepeda Gunung Curian Rp100 Ribu, Pria di Palembang Ditangkap Buser Polsek SU II
Kecanduan Judi Slot, Pria di Palembang Curi Saldo E-Money Teman Rp2,8 Juta
Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka
Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi
Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet
Curi Puluhan Kaleng Susu, Karyawan Indomaret Diserahkan ke Polisi
Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110
Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Jual Sepeda Gunung Curian Rp100 Ribu, Pria di Palembang Ditangkap Buser Polsek SU II

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Kecanduan Judi Slot, Pria di Palembang Curi Saldo E-Money Teman Rp2,8 Juta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet

Berita Terbaru