SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Satresnarkoba Polres Muara Enim membekuk dua pengedar narkotika di Desa Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Kamis (4/9/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. Dua pria berinisial NJ (38) dan YK (54). Keduanya ditangkap di kediaman mereka tanpa perlawanan.
Kasat Res Narkoba Iptu A. Yurico menyampaikan bahwa penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang resah dengan aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi lokasi serta ciri-ciri pelaku.
“Pelaku ditangkap di rumahnya, dalam penggerebekan itu, anggota menemukan 13 paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto 3,95 gram,” sampai Yurico, Senin (8/9/2025).
Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran.
Antara lain 1 unit timbangan digital, 1 bal plastik klip bening, 1 buah skop plastik, 3 plastik klip bening tambahan, 1 wadah permen plastik dibalut lakban hitam, 1 dompet kecil warna hitam, 1 unit HP Vivo Y03T warna biru beserta simcard dan 1 unit HP Oppo A3X warna merah nebula beserta simcard.
“Dua tersangka bersama barang bukti telah kami amankan di Polres Muara Enim untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan mengirim barang bukti ke Bidlabfor Polda Sumsel,” tegas Yurico.
Kata Yurico, bahwa kedua pelaku berstatus sebagai pengedar narkoba. “Kami masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan peredaran sabu-sabu yang lebih luas,” kata Yurico.
Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana seumur hidup.
Polres Muara Enim mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif dalam memberikan informasi terkait dugaan peredaran narkoba.
“Sinergi masyarakat dan aparat kepolisian sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkotika,” tutup Yurico. (ANA)

















