Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan UMKM Berbasis Upcycling di Desa Banu Ayu

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Bagi sebagian orang, wearpack bekas mungkin hanya berakhir sebagai limbah. Namun di Desa Banu Ayu, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), bahan yang tak lagi terpakai itu justru menjadi awal lahirnya peluang usaha bagi delapan ibu rumah tangga. Di tangan mereka, wearpack bekas disulap menjadi berbagai produk yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi pada Sabtu (4/7).

 

Melalui Program Gelora Banu Ayu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Baturaja mendampingi Kelompok Konveksi Bumi Ayu untuk mengolah wearpack operasional yang sudah tidak digunakan, kain perca, dan sisa bahan konveksi menjadi berbagai produk seperti keset, celemek, bantal kursi, lap anti panas, tatakan wajan, hingga bantal tidur. Pendekatan yang digunakan adalah _upcycling_, yaitu mengolah material bekas menjadi produk baru dengan nilai guna dan nilai jual yang lebih tinggi.

 

Kelompok yang diresmikan pada 11 Mei 2026 ini beranggotakan delapan ibu rumah tangga yang sebelumnya hanya menerima jasa jahit dalam skala kecil atau belum memiliki pekerjaan tetap. Selama proses pendampingan, mereka mengikuti enam kali pelatihan yang mencakup teknik menjahit, pembuatan pola, desain produk, quality control, branding, pembukuan, hingga manajemen usaha sederhana.

 

Kini, sekitar 300 produk telah dihasilkan dan dipasarkan melalui WhatsApp, promosi dari mulut ke mulut, serta berbagai bazar UMKM di Kabupaten OKU. Produk yang paling diminati masyarakat antara lain keset, celemek, bantal kursi, dan lap anti panas karena fungsional dan terjangkau.

 

Ketua Kelompok Konveksi Bumi Ayu, Evi Widia, mengatakan program tersebut mengubah cara pandang anggotanya terhadap barang bekas.

 

“Dulu kami menganggap wearpack bekas tidak lagi berguna. Sekarang kami tahu, dengan kreativitas dan kemauan belajar, limbah bisa menjadi produk yang diminati sekaligus menambah penghasilan keluarga,” ujar Evi.

 

Dalam dua bulan terakhir, kelompok berhasil memanfaatkan sekitar 30 kilogram limbah tekstil, terdiri atas 10,3 kilogram wearpack bekas dan 18–20 kilogram kain perca yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah. Dari hasil produksi tersebut, kelompok membukukan omzet lebih dari Rp10 juta dengan rata-rata pendapatan anggota sekitar Rp1,5 juta.

 

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan Program Gelora Banu Ayu menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.

 

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa barang yang tidak lagi digunakan masih memiliki nilai ketika diolah dengan kreativitas. Melalui program ini, kami tidak hanya membuka peluang usaha bagi perempuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya praktik ekonomi sirkular yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Rusminto.

 

Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Terima Apresiasi BKKBN Sumsel atas Dukungan Program TAMASYA
Telkomsel Bagikan Masker kepada Jurnalis Ekonomi di Tengah Kabut Asap Palembang
Pemkot Palembang Gandeng Telkomsel, 4.000 Siswa Kurang Mampu Dapat Kuota Internet Gratis untuk PJJ
Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun
Berikan Layanan Prima Dinas Damkarmat dan 9 OPD Terbaik Diganjar Penghargaan, Oleh Walikota Kota Ratu 
Buku Transaksi Jadi Barang Bukti, Polisi Bongkar Dugaan Judi Sabung Ayam di Gandus
HUT ke-75 Humas Polri, Kapolda Sumsel Ajak 42 Jurnalis Berbagi Lewat Donor Darah
Pasutri Diduga Curi Tas di RS Bari Palembang

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Terima Apresiasi BKKBN Sumsel atas Dukungan Program TAMASYA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkot Palembang Gandeng Telkomsel, 4.000 Siswa Kurang Mampu Dapat Kuota Internet Gratis untuk PJJ

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Gondol Emas Mulia Gold Rp230 Juta, Ario Divonis 3 Tahun, Jaksa Tuntut 3,5 Tahun

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Berikan Layanan Prima Dinas Damkarmat dan 9 OPD Terbaik Diganjar Penghargaan, Oleh Walikota Kota Ratu 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Buku Transaksi Jadi Barang Bukti, Polisi Bongkar Dugaan Judi Sabung Ayam di Gandus

Berita Terbaru

Sumsel

Sekda Muba Ikuti Pra Ekspos Bersama BKN Pusat

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:32 WIB

Empat Lawang

Warga Klaim Lahan 75 Hektare Milik PTPN IV, Manajemen Buka Mediasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:10 WIB

Empat Lawang

Para Ibu adalah Benteng Utama Pencegahan Narkoba

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:57 WIB