Perkara Cerai Meningkat; Perselisihan, KDRT hingga Perselingkuhan Jadi Soal

- Redaksi

Senin, 7 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pengadilan Agama Klas II Pagar Alam, Ahmad Hidayat. (Photo: Delta Handoko)

Kepala Pengadilan Agama Klas II Pagar Alam, Ahmad Hidayat. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Sepanjang tahun 2021, Kantor Pengadilan Agama Pagar Alam  Klas II mencatat ada 403 pasangan yang mengajukan cerai di Pengadilan Agama Pagar Alam, dengan sisa perkara di tahun sebelumnya ada lima.

“Pada 2021 lalu berdasarkan statistik register dan perkara yang masuk ke kita ada 403 perkara, dengan sisa perkara di tahun sebelumnya ada 5 perkara. Sehingga Total Perkara yang masuk ada 408 perkara, yang telah diputus pada tahun 2021 sebanyak 405 perkara,” ujar Ketua Pengadilan Agama Pagar Alam Klas II, Ahmad Hidayat, Senin (7/3/2022).

Dikatakan Ahmad, faktor yang melandasi tindak perkara perceraian ini lebih didominasi adanya perselisihan yang terjadi secara terus menerus. Disamping ada pula faktor ekonomi, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perselingkuhan, karena Narkoba dan lain sebagainya.

“Sedangkan untuk di tahun 2022, pada Januari hingga Februari 2022, dari data yang kita lihat di SIPP ada 83 perkara. Terdiri dari perkara cerai, baik cerai gugat maupun talak, serta itsbat nikah dan dispensasi nikah,” jelasnya.

Ahmad mengakui, saat ini trennya di beberapa Pengadilan Agama itu perkara perceraian meningkat, kendati tidak ada data secara spesifik, bisa dianalisis bahwa hal ini dilandasi dengan banyaknya masyarakat yang sudah faham hukum.

“Kalau dahulu tingkat perceraian juga banyak, tapi kebanyakan perceraian di bawah tangan, sekarang masyarakat banyak paham hukum, akhirnya, masyarakat yang ingin bercerai tidak lagi di bawah tangan, melainkan ke Pengadilan Agama yang ujung-ujungnya perkara pun meningkat,” ungkapnya.

Mengenai perkara cerai ini sendiri, tambah Ahmad, paling dominan cerai gugat diajukan oleh pihak perempuan, dengan presentase mencapai 73% dan cerai talak diajukan pihak laki-laki sebanyak 27%.

“Menekan angka perceraian ini, kita menyarankan kepada pihak yang berperkara untuk bisa memaksimalkan upaya damai di luar persidangan. Jadi upaya keluarga ketika ada keluarga yang bertengkar tidak mesti harus ujug-ujug datang ke Pengadilan Agama, akan tetapi lebih dimaksimalkan untuk damai di luar persidangan,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi
Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona
Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan
Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan
Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo
Gerebek Tempat Karaoke, Tim Gabungan Temukan Tiga Pemandu Karaoke Positif Narkoba
LUAR BIASA! Jawab Krisis Khatib IKADI Pagar Alam Turut Pecahkan Rekor MURI Dalam Pelatihan Khatib Nasional

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:53 WIB

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial

Berita Terbaru

Kota Palembang

Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:52 WIB