oleh

Penyuluhan Causa Pancasila pada Mahasiswa FKIP Prodi Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Palembang

-Opini-36 Dilihat

Oleh:
Wendy Anugrah Octavian, S.Pd., M.Pd. NIDN 0220108803
Masagus Sulaiman, S.Pd., M.Pd. NIDN. 0203107901
Viotansyah Ditho NIM 312021001
Uming NIM 312021013

PENGETAHUAN dan pemahaman bangasa Indonesia terhadap asal mula dari Pancasila tidak berdasarkan kebenaran sejarah yang sesungguhnya. Sering kali masyarakat ketika ditanya mengenai siapa yang menemukan Pancasila dan pada tanggal berapa Pancasila lahir jawabannya kebanyakan adalah soekarno dan tanggal 1 Juni merupakan hari lahirnya Pancasila, karna soekarno menamakan usulan dasar negaranya yang dikemukakan pada sidang BPUPKI dengan nama Pancasila dan Soekarno menyampaikannya pada tanggal 1 Juni.

Awalnya Soekarno memberikan nama panca dharma pada rumusan usalan dasar negaranya, namun atas saran temannya yang ahli bahasa Soekarno mengganti nama rumusan usalan dasar negaranya dengan nama Pancasila. Pemeberian nama oleh soekrano terhadap rumusana usalan dasar negaranya dengan nama Pancasila inilah, kemudian menjadi terkenal ditelinga masyarakat menganggap bahwa Pancasila ditemukan soekrano dan lahir pada tanggal 1 Juni. Padahal pandangan ini tidaklah tepat, karena jika ditelusuri lagi secara mendalam bahwa sesungguhnya rumusan usulan dasar negara yang disampaikan soekrano pada sidang BPUKI tanggal 1 Juni tidaklah sama dengan rumusan dasar negara saat (Pancasila).

Darmodiharjo (1991: 27) juga menyatakan bahwa perumusan dan sisitematika usulan Pancasila soekrano jika dibandingkan dengan pancsila saat sangat nyata sekali Kemudian perbedaannya.
Setelah Soekarno selesai menyampaikan kelima dasar negaranya, lalu soekarno menyampaikan bahwa kelima dasar yang telah disampikannya tadi diperasnya menjadi tiga yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demokratis, dan Ketuhanan, lalu diperasnya lagi menjadi satu yaitu Gotong Royong. Dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya, dasar negara yang diinginkan soekarno adalah Gotong Royong berbeda dengan dasar negara kita saat. Setelah Soekrano selesai menyampaikan rumusan usalan dasar negaranya, lalu panitia BPUKI berdiskusi rumusan usalan dasar negara yang mana akan dipakai oleh bangsa Indonesia ketika merdeka.

Pada saat itu, ada tiga pengusul rumusan usalan dasar pada saat sidang BPUPKI yang dilaksanakan pada tanggal 1 Juni yaitu M. Yamin, Soepomo, dan Soekarno. Setelah Panitia BPUPKI melakukan diskusi, memutuskan untuk memberikan nama terhadap dasa negara Indonesia dengan nama Pancasila dan kemudian membentuk panitia kecil yang beranggotakan Sembilan orang untuk bertugas menampung rumusan usalan negara lainnya. Berdasarakan keputusan ini, dapat diketahui bahwa sesungguhnya yang lahir pada tanggal 1 juni itu adalah nama dari dasar negara Indonesia yang dinamai dengan nama Pancasila. Jadi, Pancasila tidaklah lahir pada tanggal 1 Juni dan juga bukan pemikiran dari soekarno.

Berdasarkan pemikiran Darmodiharjo (1991:21-22), nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan telah ada sebagai asas-asas yang menjiwai, dipedomani, serta dilaksanakan dalam kehidupan bangsa saat sejak dulu saat Indonesia masih berbentuk kerajaan namun hanya saja belum dirumuskan secara konkret. Buktinya terdapat di dalam Nagarakartagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca diuraikan susunan pemerintahan majapahit yang menunjukkan adanya nilai musyawarah serta adanya kehidupan yang harmoni pada kehiduapan dua agama yaitu Hindu dan Budha, kehidupan harmonis ini mencerminkan sifat toleransi bangs Indonesia. Kehidupan Harmonis agama Budaha dan Hindu ini terdapat dalam kitabnya sutasoma. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sesungguhnya nila-nilai Pancasila sudah ada dalam kehidupan bangsa Indonesia, jauh sebelum Indonesia merdeka nilai-nilai Pancasila telah diimplementasikan dalam kehidupan.

Pelaksanaan nilai-nilai Pancasila merupakan suatu kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya dalam hal ini para siswa SDN 22 di Kecamatan Tanjung Batu Desa Senuro Barat Kabupaten Ogan Ilir. Dengan adanya pemahaman dan pelaksanaan nilai-nilai Pancasila diharapakan dapat dijadikan salah satu cara untuk mendukung tujuan pendidikan nasional di Indonesia. Selain itu, penyuluhan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa SDN 22 di Kecamatan Tanjung Batu Desa Senuro Barat Kabupaten Ogan Ilir tentang nilai-nilai apasajakah yang terdapat didalam Pancasila. Setelah kegiatan ini selesai dilakukan, maka diharapkan pengetahuan yang didapat dapat diterapkan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Berdasarkan uraian di atas, perlu adanya suatu tindakan yang harus dilakukan untuk dapat merubah pengetahuan dan pemahan masyarakat terhadap asal mula Pancasila, pengetahuan dan pemahaman yang benar terhadap asal mula Pancasila. Salah satu tindakan yang tepat yang dapat dilakukan ialah dengan mengadakan penyuluhan kepada masyarakat khususnya kepada mahasiswa, mahasiswa sebagai generasi penerus harus mengetahui kebenaran sejarah asal mula Pancasila. Memiliki pengetahuan dan pemahaman yang benar terkait asal mula Pancasila, akan memberikan wawasan kepada masyarakat khususmya mahasiswa bahwa sesunggunhnya Pancasila harus diterapakan dalam kehidupan sehari-hari, menerapkan pancasila untuk dapat menjaga kerukunan kehidupan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, tim pengabdi tertarik melakukan pengabdian pada masyarakat, tim pengabdi melakukan penyuluhan asal mula Pancasila kepada mahasiwa FKIP prodi Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Palembang.

Causa Materialis Pancasila (Asal Mula Bahan)

Causa materialis Pancasila (asal mula bahan) adalah membahas mengenai sumber asal muasal dari Pancasila itu sendiri. Ketika membahas sumber asal dari Pancasila itu maka berarti akan membahas kepribadian dari bangsa Indonesia itu sendiri, karena sesungguhnya nilai-nilai yang termuat dalam Pancasila telah hidup dan berkembang dan diamalkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu contoh nyata yang membuktikan bahwa Pancasila telah ada semenjak bangsa Indonesia ada, ialah seperti kerajaan Samudra Pasai yang percaya terhadap Allah sebagai dzat yang mereka sembah. Pemahaman yang sama dikemukakan oleh Wasitaatmadja dkk (2018:9) Causa Materialis Pancasila berasal dari nilai-nilai adat istiadat, budaya, dan nilai religius yang ada dalam kehidupan bangsa Indonesia, jauh sebelum Indonesia merdeka nilai-nilai tersebut telah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dapat ditraik suatu kesimpulan bahwa pancasila merupak kristalisasi nilai dalam kehidupan kepribadian bangsa Indonesia.

Causa Formalis Pancasila (Asal Mula Bentuk)

Causa formalis Pancasila merupakan awal mula nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila dirumuskan dan ditetapkan sebagai dasar negara. Awal mula perumusan nilai-nilai dalam pancasila yang dijadikan dasar negara, dilakukan pada sidang BUPKI yang pertama pada tanggal 29 Mei- 1 Juni 1945 di Gedung chuo sangi in. Hasil dari sidang pertama ini ditetapkan nama dari dasar negara bangsa Indonesia yang dikenal dengan nama Pancasila. Nama Pancasila dikenal ditelinga masyarakat setelah soekarno menyampaikan rumusan usalan dasar negara pada tanggal 1 Juni. Pada tanggal 1 Juni juga dikenal sebagai lahir lahirnya nama Istilah nama Pancasila yang merupakan nama dari dasar negara Indonesia. Notonagoro (1975) menyatakan Causa formalis (asal mula bentuk atau bangun) dimaksudkan bagaimana Pancasila itu dibentuk rumusannya sebagaimana terdapat pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam hal ini BPUPKI memiliki peran yang sangat menentukan.

Causa Efisien Pancasila (Asal Mula Hasil)

Cauda Efisien Pancasila merupakan penetapan Pancasila dijadikan sebagai dasar negara. Penetapan Pancasila sebagai dasar dilakukan pada sidang pertama PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Hasil sidang PPKI yang pertama menghasilkan yang pertama mengesahkan UUD 1945, kedua Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden, dan ketiga pembentukan Komite nasional untuk membantu tugas Presiden sementara sebelum terbentuknya MPR dan DPR, (Kaelan, 2013: 36). Pandangan Notonagoro (1975) causa efisien
Pancasila asal mula yang merupakan proses dimana awalnya dirumuskannya Pancasila sebagai dasar negara menjadi disahkannya Pancasila sebagai dasar negara oleh PPKI sebagai pembentuk negara yang kemudian mengesahkan dan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara setelah melalui pembahasan pada sidang yang pertama.

Causa Finalis Pancasila (Asal Mula Tujuan)

Causa finalis (asal mula tujuan) mengandung makna asal mula dirumuskannya pancasila bagi bangsa Indonesia. Pada awal persidangan BPUPKI pada tanggal 28 Mei 1945 Dr. Radjiman Wediodiningrat sebagi ketua BPUPKI mengajukan sebuah pertanyaan kepada sidang terkait dasar negara dari Indonesia merdeka, (Latif, 2018: 39). Causa finalis Pancasila merupakan tujuan dari perumusan dan pembahasan Pancasila yakni hendak dijadikan sebagai dasar negara. Untuk sampai kepada kausan finalis tersebut diperlukan kausa atau asal mula sambungan, (Notonagoro, 1975).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode participatory action dalam bentuk ceramah dan diskusi. Pelaksanaan metode ini digunakan waktu sebanyak 40% untuk penyampaian materi atau ceramah sedangkan sisanya 60% digunakan untuk diskusi dan tanya jawab. Diharapkan dengan pendekatan yang bersifat partisipatif ini, peserta dapat secara maksimal mengetahu dan memahami asal mula Pancasila yang sesuai kebenaran sejarah melalui penyuluhan.
Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan PPM
Kegiatan penyuluhan dilakukan pada hari Kamis, 3 Februari 2022 dan berlangsung dari pukul 10.00-12.00 WIB zoom meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa prodi Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Palembang.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan memberikan test awal kepada mahasiswa menganai causa Pancasila, pemberian pertanyaan bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan pemahaman awal mahasiswa mengenai asal mula Pancasila. Sebanyak 20 pertanyaan yang terdapat dalam tes awal ini, pertanyaan-pertanyaan dari pretest ini berkaitan dengan causa materialis Pancasila, causa formalis Pancasila, causa efisien Pancasila, serta causa finalis Pancasila.

Pengetahuan dan pemahaman mahasiswa mengenai asal mula Pancasila sangatlah rendah. Nilai rata-rata mahasiswa dari hasil test awal adalah sebesar 30,47, perolehan nilai rata-rata mahasiwa dalam mengikuti test awal ini tidak mencapai 70. Artinya bahwa secara umum mahasiswa mendapat nilai 30 dari hasil test awal yang dilakukan, meskipun terdapat beberapa siswa yang mendapatkan nilai 70.

Setelah pengabdi melakukan tes awal, dilanjutkan dengan presentasi mengenai materi causa Pancasila dan melakukan tanya/diskusi. Penyampaian materi Cuasa Pancasila yang dilakukan oleh TIM PPM berlangasung kondusif dengan semangat partisipasi dari siswa yang mengikuti kegiatan. Keberlangsungan dari kegiatan penyuluhan ini terjadi hubungan dua arah yaitu terjadi tanya jawab antara TIM pemateri dengan siswa secara kontinuitas. Antusias yang ditunjukkan oleh siswa melalui diskusi menunjukkan bahwa peserta didik belum memahami secara utuh mengenai asal mula pancasila yang sebenarnya.
Selanjutnya, tahapan terakhir dari kegiatan pengabdian adalah diberikan posttest kepada para siswa. Soal yang diberikan kepada siswa sama dengan soal pretest sebelumnya.
Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pemahaman peserta terhadap materi causa Pancasila melalui penyuluhan. Terlihat pada tabel bahwa skor rata-rata pada saat pretest adalah 30,47 dan postets 78,09 terdapat selisih sebesar 47,62. Berdasarkan hasil analisis, butir pertanyaan yang sulit dijawab oleh para siswa adalah butir pertanyaan yang berkaitan dengan informasi umum terkait sejarah lahirnya Pancasila dan beberapa siswa juga terlihat belum tepat dalam menghubungkan kebiasaan sehari-hari siswa dengan nilai Pancasila. Namun, setelah diberikan materi yang disusun secara sederhana serta kontekstual atau menyesuaikan dengan hal-hal yang menjadi kebiasaan sehari-hari siswa, tingkat pemahaman siswa terhadap causa Pancasila mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan uraian dari hasil dan pembahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa memberikan penyuluhan causa Pancasila penting dilakukan guna memberikan pengetahuan dan pemehaman kebenaran sejarah mengenai asal mula pancasila. Penyuluhan causa pancasila pada mahasiswa FKIP Prodi Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiya Palembang berjalan dengan baik. Menurut perhitungan hasil pretest dan posttest dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan terhadap pengetahuan dan pemahaman para milustrasi Pancasilaahasiswa mengenai asal mula Pancasila setelah diberikan materi melalui kegiatan penyuluhan. Hal tersebut dapat ditunjukkan melalui hasil nilai pretest dan posttest yang memiliki selisih sebesar 47,62. Untuk itu, mengingat efektifnya kegiatan penyuluhan terhadap causa Pancasila memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman Mahasiswa terhadap kebenaran asal muasal dari sejarah Pancasila, diharapkan hal sejenis ini dapat dilanjutkan oleh berbagai pihak dan tingkatan pendidikan yang lebih tinggi. (*)

*) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Universitas Muhammadiyah Palembang

Komentar