Penjual Kaligrafi Jadi Korban Pengeroyokan usai Dituduh Memecahkan Etalase Rumah Makan

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban membuat laporan Polisi. (Photo: Kiki Nardance)

Korban membuat laporan Polisi. (Photo: Kiki Nardance)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Malang dialami Adi (37), seorang pedagang kaligrafi di Palembang ini. Dirinya sudah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang. Tak terima sudah menjadi korban pengeroyokan, membuat ia pun melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Palembang, Rabu (5/11/2025).

Kepada petugas piket pengaduan, Adi yang tercatat sebagai warga Lorong Habibi Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring Palembang ini menuturkan, peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Senin (3/11/2025), sekitar pukul 18.30 WIB, saat dirinya berada di Jalan Gub Bastari, tepatnya di pasar pagi.

Dimana, berawal saat kejadian korban sedang keliling menjual kaligrafi. Lalu korban melintas di TKP (tempat kejadian perkara). “Seperti biasa, saya keliling-keliling menjual kaligrafi dan melintas di lokasi kejadian,” ungkapnya, kepada petugas.

Lalu, tiba-tiba datang para Terlapor yang langsung menghampirinya. “Pelaku ini berjumlah 6 orang. Tiba-tiba menghampiri saya dan langsung memukuli saya dengan besi. Saya dituduh sudah memecahkan etalase rumah makan milik salah satu terlapor,” katanya.

Beruntung, ada salah satu warga yang melintas di TKP, saat itu korban pun langsung diselamatkan oleh warga. “Ketika saya dipukuli ada warga yang melintas. Alhamdulillah saya pun diselamatkan warga dan langsung melapor ke sini,” katanya.

Akibat peristiwa ini, korban mengalami luka lebam di bagian muka, bagian bahu , tangan luka lecet. “Saya berharap atas laporan saya pelaku segera ditangkap,” harapnya, terlihat sambil menahan sakit.

Sementara, KA SPK Polestabes Palembang, Ipda Yudi Setiawan, didampingi Pamapta Ipda Ammar Membenarkan membenarkan adanya laporan korban terkait kasus pengeroyokan.

“Laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas Sat Reskrim Polrestabes Palembang Unit Pidum untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Tiga Handphone Siswa Hilang Saat Yasinan, Orang Tua Lapor Polisi
Modus Janjikan Masuk Kerja di PT Pusri, Pelaku Penipuan Diserahkan Warga ke Polisi
Jatanras Polda Sumsel Tangkap Begal Viral di Bukit Kecil Palembang 
Jambret Kalung Emas Nyaris Babak Belur Dihajar Warga
115 Unit Handphone Raib Digelapkan Karyawan Toko
Unit 5 Satresnarkoba Gerebek Kontrakan di Kertapati, 10 Paket Sabu Disita
Janda Muda 16 Tahun di Palembang Diduga Jadi Korban Rudapaksa, Ibu Sambung Lapor Polisi
Polda Sumsel Amankan Tiga Orang Terkait Terbakarnya Sumur Minyak di Lahan PT Hindoli

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:18 WIB

Tiga Handphone Siswa Hilang Saat Yasinan, Orang Tua Lapor Polisi

Senin, 20 April 2026 - 14:44 WIB

Modus Janjikan Masuk Kerja di PT Pusri, Pelaku Penipuan Diserahkan Warga ke Polisi

Sabtu, 18 April 2026 - 13:27 WIB

Jatanras Polda Sumsel Tangkap Begal Viral di Bukit Kecil Palembang 

Kamis, 16 April 2026 - 15:18 WIB

Jambret Kalung Emas Nyaris Babak Belur Dihajar Warga

Kamis, 16 April 2026 - 15:12 WIB

115 Unit Handphone Raib Digelapkan Karyawan Toko

Berita Terbaru

Empat Lawang

HUT ke-19 Empat Lawang Jadi Momentum Perkuat Arah Pembangunan Daerah

Selasa, 21 Apr 2026 - 20:37 WIB

443 jemaah calon haji kloter pertama asal Kabupaten OKU Timur yang telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Palembang, Selasa (21/4/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

443 Jemaah Haji Kloter Pertama OKU Timur Masuk Asrama Haji Palembang

Selasa, 21 Apr 2026 - 20:32 WIB