Pembiayaan Perbankan di Jabar Tertinggi Nasional

- Redaksi

Minggu, 16 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, Bandung – Hingga Maret 2021, pembiayaan perbankan secara nasional masih terkoreksi sebesar  -3,77 persen. Namun uniknya, justru pembiayaan di wilayah Jawa Barat (Jabar) tumbuh signifikan, yakni mencapai 5,80 persen.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar menyebutkan, dari tujuh provinsi penyalur pembiayaan terbesar di Indonesia , Jabar menempati peringkat pertama dalam penyaluranya. Kedua adalah Provinsi Banten , dimana pembiayaan perbankan tumbuh 4,86 persen, lalu Sulsel yang tumbuh sebesar 2,42 persen dan Jateng tumbuh sebesar 2,13 persen.

Pembiayaan turun cukup dalam dialami Provinsi DKI Jakarta yakni mencapai -10,24 persen, kemudian Sumatra Utara sebesar – 4,94 persen dan Jatim turun sebesar -1,66 persen.

Kepala OJK Regional 2 Jabar Indarto Budiwitono mengungkapkan, meskipun di tengah pandemi ini pembiayaan perbankan di Jabar naik cukup tajam.

“Jabar ternyata cukup unik, di tengah pandemi Covid-19, justru pembiayaannya naik cukup tajam,” ungkapnya dalam acara media update, Selasa malam (4/5/2021).

Indarto memaparkan secara umum pembiayaan perbankan di Jabar tumbuh positif. Pembiayaan dari dari 68 bank umum dan bank umum syariah yang beroperasi di wilayah ini per Maret 2021 mencapai Rp484 triliun. Angka tersebut tumbuh 5,80 persen dibandingkan catatan pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun pembiayaan dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang beroperasi di Jabar, yakni BJB, Bank DKI, Bank Sumatra Barat, dan Bank Banten mencapai Rp56,1 triliun atau tumbuh 5,93 persen dibandingkan tahun lalu. Hanya, untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah kondisinya berbeda. Pembiayaan yang disalurkan justru mengalami koreksi -3,52 persen dibandingkan setahun yang lalu.

Indarto menjelaskan, dari total pembiayaan yang disalurkan tersebut sekitar 24,2 persen terserap untuk kepemilikan rumah tinggal, kemudian perdagangan (18,4%), serta pembiayaan multiguna (17,15). Penyaluran pembiayaan di Jabar didominasi pembiayaan dari Bank Buku IV senilai Rp256 triliun.

Sedangkan dari sisi sektor, sektor transportasi, jasa pengiriman, dan komunikasi mengalami pertumbuhan tertinggi dengan 47 persen serta sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan yang tumbuh 21 persen. Hal ini didorong meningkatnya jual beli online dan penerapan work from home yang menggantungkan jaringan komunikasi internet yang mendorong bisnis jasa pengiriman barang.

“Pembebasan pajak hingga nol persen untuk otomotif ikut mendorong pembiayaan perbankan,” tambahnya.

Namun ia meminta perbankan untuk tetap waspada terhadap kredit macet atau NPL, mengingat pandemi diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir tahun 2021.

Berita Terkait

Pemudik Sudah Vaksin Booster tidak Perlu Tes Antigen
MTF Tawarkan Solusi Keuangan Lewat Cash Aja, Ajak Wartawan Jadi Wira Agent
Vaksinasi di Ponpes, BIN Sasar Pelajar Usia 12 Tahun
Satpam Dituntut tak hanya Gunakan Otot, Tapi Bekerja dengan Otak
Di Tengah Giat Razia, 3 Warga Ini Justru Datang Langsung Minta di Vaksin
Jurnalis Dituntut Multitasking dengan Tetap Berpedoman pada Kode Etik
Aliansi Mahasiswa Sumsel Kecam Intervensi Terhadap KPK!
Kejari Palembang Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Desa Selat Punai

Berita Terkait

Rabu, 30 Maret 2022 - 22:31 WIB

Pemudik Sudah Vaksin Booster tidak Perlu Tes Antigen

Rabu, 8 Desember 2021 - 12:30 WIB

MTF Tawarkan Solusi Keuangan Lewat Cash Aja, Ajak Wartawan Jadi Wira Agent

Selasa, 16 November 2021 - 18:20 WIB

Vaksinasi di Ponpes, BIN Sasar Pelajar Usia 12 Tahun

Jumat, 5 November 2021 - 15:01 WIB

Satpam Dituntut tak hanya Gunakan Otot, Tapi Bekerja dengan Otak

Kamis, 4 November 2021 - 16:33 WIB

Di Tengah Giat Razia, 3 Warga Ini Justru Datang Langsung Minta di Vaksin

Berita Terbaru