oleh

Vaksinasi di Ponpes, BIN Sasar Pelajar Usia 12 Tahun

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sumatera Selatan kembali melaksanakan vaksinasi COVID-19 di Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk mencapai target 70 persen capaian akhir tahun 2021. Sasaran yang dilaksanakan hari ini, Selasa (16/11/2021), di Ponpes Darussalam Desa Tugumulyo Kecamatan Lempuing, OKI.

Sebelumnya, BIN juga sukses menggenjot vaksinasi dengan sasaran para santri di Pondok Pesantren Darul Muttaqin OKI dan Ponpes Modern Sriwijaya Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Sasaran vaksinasi diutamakan pada santri dan santriwati usia 12 tahun dan masyarakat sekitar Ponpes. Terlihat para santri antusias untuk di vaksin. Sementara jenis vaksin yang disuntikkan yakni Sinovac.

“Kami melihat antuasisme santri dan santriwati serta masyarakat sekitar yang datang sangat tinggi,” kata Kepala BIN Daerah Sumsel, Brigjen TNI Armansyah, diwakili Korwil Binda Sumsel, Letkol Ervan, saat melakukan cek pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Ponpes Darussalam.

Tujuan vaksinasi ini merupakan rangkaian agenda dalam rangka mensukseskan capaian vaksin, khususnya di Kabupaten OKI dan juga membantu pemerintah dalam percepatan herd immunity.

Dikatakannya, sasaran utama vaksinasi adalah pelajar dengan usia 12-17 tahun, di mana pelajar rentan tertular COVID-19. Dengan alasan mereka merupakan generasi penerus yang sedang menuntut ilmu sehingga harus sehat dan kuat.

Bukan hanya pelajar saja sebagai sasaran utama, tetapi juga masyarakat umum, termasuk juga karyawan perusahaan-perusahaan nantinya.

“Percepatan vaksinasi yang dicanangkan pemerintah tidak akan terwujud tanpa kerja sama, sehingga diperlukan kerjasama forkopimda dan bersinergi, ” ungkapnya.

Dia menambahkan, dengan adanya vaksinasi dengan gencar sehingga nantinya target pemerintah sampai akhir tahun ini atau awal tahun dapat tercapai herd immunity 70 persen tercapai. Di mana BIN Sumsel telah melaksanakan vaksinasi sasaran pelajar usia 12-17 tahun di Sumsel dengan jumlah ribuan siswa. (ANA)

Komentar

Berita Hangat Lainya