SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Pasca insiden bom bunuh diri Rabu pagi (7/12) yang meledakkan Makopolsek Astana Anyar, Bandung, Jabar, Polres Pagar Alam Polda Sumsel memperketat penjagaan dipintu masuk utama mako.
Pantauan di lapangan, sekitar pukul 09.00 WIB penjagaan sudah diperketat. Sejumlah unit kendaraan baik roda dua dan empat dilakukan pemeriksaan ketat oleh petugas. Terlihat, personel Sat Samapta dengan seragam pelindung lengkap, baik helm dan rompi.
Juga menggunakan senjata laras panjang jenis P21. Sejumlah kendaaran baik anggota maupun tamu yang berurusan dilakukan penggeledahan hinga didalam mobil. Mengikuti arahan dan perintah atasan sebahai bentuk antisipasi teror bom bunuh diri tidak terjadi di Mako Polres Pagar Alam, Polda Sumsel.
Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono melalui Kasat Samapta AKP Irwan membenarkan, jika sejak pagi tadi personel Samapta telah diterjunkan untuk penebalan pengamanan di Mako Polres.
“Antisipasi bom bunuh diri Polsek Astana Anyar, Bandung. Penjagaan dipintu masuk kita pertebal dengan menambah sedikitnya delapan personel Samapta bersenjata lengkap,” ungkapnya.
Ia mengatakan, baik kendaaran atau pengunjung yang masuk dilakukan pemeriksaan.
“Tujuannya, agar tidak ada barang barang yang dicurigai (bom) lolos masuk ke Mako Polres Pagaralam,” tegasnya. (ANA)







