Nama : Fitria Salwa Gadeanurzah
NIM : PO7131126047
Prodi : D3- Gizi
Merawat Pancasila dalam Tindakan Sederhana
Seiring berkembangnya zaman terkadang penerapan nilai-nilai Pancasila jarang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari hari yang dimana kita mengetahui bahwa Pancasila merupakan dasar negara sekaligus panduan hidup yang seharusnya kita terapkan dalam aktivitas sehari hari.
Sebagai seorang mahasiswa, bagi saya penerapan nilai-nilai Pancasila tidak harus menunggu kesempatan, melainkan diwujudkan melalui kebiasaan positif dan tindakan nyata dalam interaksi di kampus maupun di lingkungan masyarakat.
Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Pengamalan sila pertama saya mulai sejak awal hari dengan menjalankan ibadah shalat subuh serta membaca Al-Qur’an di rumah sebelum berangkat beraktivitas. Ketika tiba di area perkuliahan, saya dan teman teman senantiasa membiasakan diri untuk berdoa bersama sebelum memulai perkuliahan, selain itu menjaga toleransi dan kenyamanan bersama saat beribadah di area kampus juga penting. Ketika tiba waktu ibadah saya dan teman saya saling mengingatkan dan memberi ruang untuk beribadah walaupun kami memiliki agama yang berbeda beda. Selain itu, saya juga membiasakan diri untuk selalu jujur dalam setiap pengerjaan tugas akademik dengan tidak mencontek saat ujian serta bersyukur atas setiap hasil yang di peroleh sebagai bentuk rasa tanggung jawab kepada Tuhan.
Sila Kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradab
Nilai kemanusiaan senantiasa saya hadirkan melalui kepekaan empati dalam berinteraksi dengan sesama. Ketika melihat teman sekelas saya yang sedang sakit atau berhalangan hadir saya berinisiatif membagikan catatan kuliah yang tertinggal serta menjenguknya bersama teman teman yang lain. Begitupun dalam pergaulan harian, saya selalu berusaha untuk menjaga komunikasi agar tetap santun, menghargai perasaan orang lain, serta mejauhi perilaku negative seperti merendahkan atau mengejek fisik sesama.
Sila Ketiga : Persatuan Indonesia
Pancasila sila ketiga bagi saya bukan hanya sekedar teori melainkan sikap nyata yang saya rasakan langsung manfaatnya baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Pada saat perkuliahan ketika mengerjakan tugas kelompok maupun praktikum saya selalu terbuka dalam bekerjasama tanpa membedakan suku, agama, ras serta saya berusaha menjadi penengah bagi teman teman Ketika ada perselisihan dalam perbedaan pendapat. Pengalaman positif ini terbawa hingga ke luar kampus seperti saat berintaraksi dengan warga sekitar tempat tinggal, serta saya menjaga tutur kata saat berbicra dengan anggota keluarga agar tetap rukun.
Sila Keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
Prinsip kerakyatan dan demokrasi saya terapkan dalam pengambilan keputusan di lingkup kampus. Contohnya saat menentukan pembagian kelompok belajar yang harus di musyawarahkan secara terbuka agar mendapatkan keputusan yang adil serta saat ada yang menyampaikan aspirasi saya dan teman teman harus saling menghargai dan tetap mengutamakan musyawarah tanpa mementingkan pendapat sepihak.
Sila Kelima : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila kelima saya aplikasikan melalui kedisiplinan, perilaku adil, dan kepedulian terhadap fasilitas umum. Dalam pengerjaan tugas kelompok, saya memastikan bahwa beban kerja terbagi secara merata dan bersikap adil sesuai dengan porsi masing-masing anggota. Saya juga selalu menerapkan budaya antre yang tertib saat memanfaatkan fasilitas umum kampus, seperti di kantin, perpustakaan, maupun saat mengantre toilet umum kampus.







