Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Malika Azka Kenedi

NIM    : PO7131126041

Prodi  : D3- Gizi

 

Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Dalam kehidupan sehari-hari, Saya sering melakukan hal-hal sederhana yang sebenarnya berhubungan dengan nilai-nilai Pancasila. Saya sendiri mungkin tidak selalu sadar kalau kegiatan yang aku lakukan termasuk bentuk penerapan Pancasila. Mulai dari kebiasaan di rumah, saat berada di kampus, sampai ketika berinteraksi dengan orang lain, ada banyak hal kecil yang bisa Saya lakukan.

 

Sila Pertama, Ketuhanan yang Maha Esa

Sila pertama saya terapkan dengan menjalankan ibadah seperti Shalat subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya’. Walaupun saya terkadang masih suka terlewat, saya masih berusaha agar bisa terpenuhi lima waktu. Saya juga berdoa sebelum melakukan kegiatan. Selain itu, saya juga memiliki teman yang berbeda agama dengan saya. Walaupun memiliki keyakinan yang berbeda, saya tetap menghargai agamanya dan tidak pernah memaksanya untuk mengikuti keyakinan saya. Begitu juga sebaliknya, saya menghargai ketika dia menjalankan ibadah atau merayakan hari keagamaannya. Menurut saya, perbedaan agama bukan alasan untuk saling menjauh atau merendahkan satu sama lain.

 

Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Sila kedua saya terapkan dengan berusaha membantu teman ketika mereka sedang membutuhkan. Salah satu contohnya ketika ada teman yang bercerita atau curhat tentang masalah hubungannya. Saya biasanya mendengarkan ceritanya terlebih dahulu, kemudian memberikan saran atau masukan sebisa saya. Saya tidak selalu tahu solusi yang paling tepat, tetapi setidaknya saya bisa menjadi tempat untuk bercerita dan memberikan dukungan. Dari hal sederhana tersebut, saya belajar untuk lebih peduli terhadap keadaan orang lain.

 

Sila Ketiga, Persatuan Indonesia.

Sila ketiga saya rasakan dalam kehidupan sehari-hari ketika berinteraksi dengan teman-teman. Setiap orang tentu memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda. Ada yang mudah diajak berbicara, ada juga yang lebih pendiam. Saya sendiri tidak selalu cocok dengan semua orang, tetapi saya tetap berusaha menghargai mereka dan menjaga hubungan baik. Bagi saya, tetap bisa berteman dan saling menghargai walaupun memiliki perbedaan merupakan salah satu cara menjaga persatuan.

 

Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

 

Sila keempat saya terapkan ketika sedang mencari makanan bersama teman saya sesudah jam kuliah selesai. Biasanya kami punya pilihan makanan yang berbeda-beda, jadi saya mendengarkan dulu mau makan apa dan mempertimbangkan pilihan yang paling cocok untuk semuanya. Kalau ada yang tidak setuju, kami membicarakannya lagi sampai menemukan pilihan yang disepakati bersama. Dari hal sederhana seperti itu, Saya belajar untuk tidak memaksakan keinginan sendiri dan menghargai pendapat orang lain.

 

Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sila kelima juga saya coba terapkan melalui hal-hal sederhana. Ketika sedang mengantre, saya berusaha menunggu giliran saya dan tidak mengambil hak orang lain. Saya juga berusaha bersikap adil kepada teman dan tidak membeda-bedakan mereka. Di rumah, saya berusaha membantu pekerjaan yang bisa saya lakukan agar tidak hanya mengandalkan orang lain di rumah, misal mencuci piring. Menurut saya, bersikap adil dapat dimulai dari menghargai hak dan kewajiban, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

 

Dari berbagai kebiasaan tersebut, dapat dipahami bahwa nilai-nilai Pancasila sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penerapannya dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan dengan kesadaran, seperti menghargai perbedaan, peduli terhadap orang lain, menjaga hubungan dengan sesama, bermusyawarah, dan bersikap adil. Dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi sesuatu yang dipelajari, tetapi juga menjadi bagian dari sikap dan perilaku dalam kehidupan.

Berita Terkait

DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit
Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 
Bupati Toha Lantik Pejabat Pemkab Muba, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar
Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang, Evaluasi Pelaksanaan Tugas
Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan
Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap
Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:08 WIB

DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Bupati Toha Lantik Pejabat Pemkab Muba, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:15 WIB

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang, Evaluasi Pelaksanaan Tugas

Berita Terbaru

Empat Lawang

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:15 WIB