Pancasila dalam Keseharian Saya sebagai Anak Pertama

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama: Tiwi Artika Sri Dewi

Nim   : P07131126026

Prodi : D3 Gizi B

 

Pancasila dalam Keseharian Saya sebagai Anak Pertama

 

Halo, perkenalkan saya Tiwi Artika Sri Dewi. Saat ini, saya sedang menempuh perjalanan baru sebagai mahasiswa jurusan Gizi. Di keluarga, saya adalah anak pertama dari empat bersaudara. Menjadi anak pertama memberikan saya pelajaran berharga tentang tanggung jawab sejak masih remaja. Saya sadar bahwa setiap tindakan dan keputusan yang saya ambil akan dilihat dan mungkin ditiru oleh adik-adik saya. Oleh karena itu, saya selalu berusaha membawa nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah fondasi Saya menjalaninya dengan konsisten beribadah, berdoa, dan selalu bersyukur atas setiap proses yang saya lalui. Saya percaya bahwa kuliah bukan hanya soal mengejar nilai atau menjadi pintar, tapi juga tentang membentuk karakter yang beriman dan punya rasa tanggung jawab kepada Tuhan.

 

Sila Kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, hal ini sudah menjadi kebiasaan saya di rumah. Sebagai anak pertama, saya terbiasa menaruh empati dan membantu adik-adik saat mereka kesulitan. Kebiasaan ini saya bawa ke kampus saya berusaha menghargai setiap teman tanpa memandang latar belakang atau perbedaan karakter mereka.

 

Untuk Sila Ketiga Persatuan Indonesia, saya menerapkannya dengan cara menjaga hubungan baik dan kekompakan saat bekerja sama dengan teman-teman. Saya mulai paham bahwa perbedaan pendapat atau suku bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang bisa saling melengkapi satu sama lain.

 

Di dunia perkuliahan yang penuh dengan diskusi, Sila Keempat Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawarahan/Perwakilan, sangat terasa manfaatnya Saat mengerjakan tugas kelompok, saya belajar untuk berani menyampaikan ide, namun di saat yang sama juga harus belajar berlapang dada dengan mendengarkan dan menghargai masukan dari orang lain demi mencapai kesepakatan bersama.

 

Terakhir, Sila Kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya wujudkan melalui sikap adil. Di kampus, saya berusaha tidak pilih-pilih teman, dan di rumah, saya belajar untuk berbagi dengan adik-adik saya secara proporsional. Saya sangat percaya bahwa keadilan bisa dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari.

Berita Terkait

Tingkatkan Pelayanan Kamtibmas, Kapolsek Buay Madang Timur Pimpin Anev Tupoksi dan Berikan Pengarahan Tegas ke Anggota
Cegah Karhutla dan ISPA, Kapolsek Buay Madang Timur Gencarkan Safari Jumat dan Bagi Masker Gratis
APHI, Pemprov Sumsel dan Mitra APP Group Libatkan 80 Relawan Bagikan 8.000 Masker
Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara
Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati
Jamin Hak Pendidikan Bagi WBM, Rutan Kelas IIB Baturaja Jalin Kerjasama Dengan PKBM
Fadli Zon Minta Cagar Budaya Harus Inovasi Dengan Teknologi Untuk Menarik Masyarakat 

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:02 WIB

Tingkatkan Pelayanan Kamtibmas, Kapolsek Buay Madang Timur Pimpin Anev Tupoksi dan Berikan Pengarahan Tegas ke Anggota

Jumat, 11 September 2026 - 19:57 WIB

Cegah Karhutla dan ISPA, Kapolsek Buay Madang Timur Gencarkan Safari Jumat dan Bagi Masker Gratis

Jumat, 11 September 2026 - 18:12 WIB

Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara

Jumat, 11 September 2026 - 18:11 WIB

Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati

Berita Terbaru