Nama : Glen Dozen Pratama
NIM : PO7131126066
Prodi : D3 Gizi
Pancasila Dimulai dari Diri Sendiri
Jujur, dulu saya mengira Pancasila hanya untuk dihafalkan saja. Cukup tahu 5 sila lalu disebutkan saat upacara, tugas selesai. Namun setelah dipikir-pikir lagi, ternyata Pancasila sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Saya menerapkannya dengan menjalankan ibadah. Saya berusaha untuk sholat 5 waktu, meskipun kadang masih suka kesiangan saat subuh. Selain itu, saya juga tidak pernah mengejek teman yang berbeda agama. Kita harus saling toleransi. Masa iya mau bertengkar hanya karena perbedaan keyakinan.
Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Hal ini saya rasakan ketika ada teman yang belum memahami materi pelajaran. Saya akan menjelaskan sebisa saya. Kasihan juga kalau didiamkan. Selain itu, kita juga tidak boleh suka membully. Meskipun hanya bercanda, tetap saja bisa menyakiti orang lain.
Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Ini paling terasa saat kerja kelompok. Anggota kelompok saya berbeda-beda. Ada yang dari Jawa, ada juga yang orang Palembang. Awalnya sempat berbeda pendapat, tetapi akhirnya karni bermusyawarah. Kalau tidak begitu, tugasnya tidak akan selesai.
Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Intinya adalah musyawarah. Saya memang orangnya agak keras kepala, tetapi sekarang saya lebih memilih untuk berdiskusi terlebih dahulu. Daripada memaksakan pendapat sendiri yang ujungnya malah bermusuhan, Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Contoh sederhananya adalah mengantre dan tidak menyelip. Kemudian kalau ada kotak amal lewat, saya ikut mengisi seikhlasnya. Tujuannya agar kita sama-sama merasakan.
Kesimpulan
Menurut saya, Pancasila harus dimulai dari diri sendiri. Tidak perlu melakukan hal yang besar. Cukup dari hal kecil saja dulu. Jika kita semua melakukannya, lama-lama Indonesia juga akan menjadi lebih baik.







