Nama : SINTA OLIVIA
NIM : PO7131126024
PRODI : DIII GIZI
Pancasila Adalah Jiwaku
Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Di sini saya ingin membuat teks tentang diri saya sendiri yang berkaitan dengan Pancasila. Saya memulainya dari sila pertama. Saya adalah anak desa yang merantau demi masa depan. Di sekitar lingkungan saya, baik di kampus maupun di tempat tinggal, ada teman yang berbeda keyakinan dengan saya. Di sinilah sila pertama mengajarkan saya untuk saling menghargai dan menghormati antar sesama. Saya juga tidak lupa dengan keyakinan saya sendiri untuk beribadah kepada Allah SWT.
Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila ini mengajarkan saya untuk bersikap adil kepada siapapun, termasuk kakak dan adik saya sendiri, maupun teman-teman saya. Selain adil, saya juga tidak boleh membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakang. Sebaliknya, saya harus membantu ketika mereka sedang kesulitan atau kesusahan. Contohnya tidak jauh dari sila pertama, yaitu berteman dengan orang yang berbeda keyakinan dan tetap saling menghargai. Selain itu, ketika saya di rumah, saya juga membantu Ibu membersihkan rumah, memasak, mencuci piring, mencuci baju, menyetrika, menyapu, dan mengepel.
Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Bagi saya, persatuan itu bukan berarti kita harus menjadi sama semua. Malahan kerennya Indonesia itu karena kita berbeda-beda. Seperti yang sedang saya alami sekarang. Saya merantau jauh dari Banyuasin ke Palembang dan memiliki teman kost yang berasal dari Muara Enim. Saya sama sekali belum pernah bertemu langsung dengannya dan hanya kenal lewat WA. Kami berbeda daerah, berbeda logat, dan berbeda cerita. Tapi kami tetap bisa tinggal bersama, saling menghargai, dan saling menghormati. Dan menurut saya, itulah persatuan: menghargai perbedaan tanpa memecah belah. Bhinneka Tunggal Ika, “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua”.
Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sila ini mengajarkan bahwa setiap keputusan yang baik lahir dari musyawarah, bukan dari ego. Saya sering diajak berdiskusi sebelum mengambil keputusan. Contohnya saat di kampus, ketika menentukan kegiatan atau tugas kerja kelompok. Di sini saya harus berani menyampaikan pendapat dan juga harus mendengarkan pendapat teman-teman saya. Setelah semua berpendapat, kami mengambil keputusan bersama. Tidak boleh ada ego dalam kerja kelompok tersebut.
Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila kelima berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Makna dari sila ini mengajarkan saya tentang keadilan dan kepedulian terhadap sesama. Saya memulainya dari hal kecil dih Bu lingkungan kampus. Saya tidak membeda-bedakan teman. Saya berteman dengan siapa saja, tanpa melihat dia kaya atau tidak, pintar atau tidak. Dan bagi saya itu bukanlah permasalahan. Malahan itu adalah bentuk dari keadilan dan kepedulian kita satu sama lain.
Dari kelima sila tersebut kita bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat dapat menciptakan kehidupan yang harmonis, adil, dan saling menghormati. Pancasila bukan hanya sekedar simbol negara, tetapi menjadi pedoman dalam membangun bangsa yang berkarakter, bersatu, dan berkeadilan.








