Aku dan Pancasila: Menjadikan Nilai Luhur sebagai Pedoman Hidup Mahasiswa

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Azka Riski Amalia

NIM    : PO7131126045

Prodi  : D3 Gizi

 

Aku dan Pancasila: Menjadikan Nilai Luhur sebagai Pedoman Hidup Mahasiswa

 

Waktu masih SMA, Pancasila buat saya cuma hafalan lima sila yang harus diucapkan tiap upacara Senin. Tapi setelah masuk kuliah dan ketemu banyak orang baru dari berbagai daerah, saya baru sadar kalau Pancasila itu ternyata kepake banget dalam kehidupan sehari-hari, bukan cuma teori di kelas PKN.

 

Contohnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Di kampus saya ketemu teman-teman yang agamanya beda-beda, ada yang sholat, ada yang ke gereja, ada juga yang punya keyakinan lain. Awalnya agak canggung, tapi lama-lama saya belajar kalau perbedaan itu wajar aja dan nggak perlu dijadiin masalah. Yang penting saling menghormati waktu ibadah masing-masing.

 

Terus sila kedua soal kemanusiaan yang adil dan beradab. Ini kerasa banget waktu ada teman sekelas yang kesusahan ngerjain tugas atau nggak paham materi. Saya coba bantu sebisanya, walaupun kadang saya sendiri juga masih bingung. Intinya sih saling peduli aja, nggak usah pelit ilmu ke teman.

 

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, kerasa banget di lingkungan kampus yang isinya macam-macam orang dari berbagai suku dan daerah. Awalnya saya pikir bakal susah nyatu sama orang yang logat dan kebiasaannya beda jauh sama saya. Tapi ternyata malah seru, jadi banyak belajar hal baru dan nggak ngerasa canggung lagi kalau kerja kelompok sama siapa aja.

 

Kalau sila keempat soal musyawarah, ini paling kerasa pas rapat organisasi atau diskusi tugas kelompok. Kadang pendapat beda-beda dan agak ribet nyari titik tengahnya, tapi di situ saya belajar kalau keputusan yang diambil bareng-bareng biasanya lebih enak diterima semua orang, walaupun prosesnya kadang bikin capek juga.

 

Terakhir sila kelima, Keadilan Sosial. Ini saya coba terapin dengan cara jujur ngerjain tugas sendiri, nggak asal copy paste, dan kalau kerja kelompok usahain semua anggota kebagian tugas, jangan cuma satu-dua orang doang yang kerja sementara yang lain numpang nama. Sekarang zaman udah serba digital, jadi tantangannya juga beda. Di medsos gampang banget ketemu berita hoax atau komentar yang isinya kebencian. Menurut saya, mahasiswa harus lebih hati-hati sebelum share sesuatu, cek dulu bener apa nggak, biar nggak ikut-ikutan nyebarin hal yang bisa bikin ribut. Intinya, buat saya Pancasila itu bukan cuma sekadar dasar negara yang dihafalin, tapi lebih ke arah panduan gimana caranya jadi orang yang baik di tengah masyarakat yang beragam ini. Sebagai mahasiswa baru, saya masih terus belajar nerapin nilai-nilai itu pelan-pelan, baik di kampus, di kos, maupun di rumah. Semoga ke depannya bisa jadi kebiasaan yang nempel terus, bukan cuma pas ada tugas atau ujian aja.

Berita Terkait

Merawat Pancasila dalam Tindakan Sederhana 
Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Pancasila: Bukan Sekadar Kata, tetapi Makna
Jiwaku Ber Pancasila 
Pancasila Dalam Kehidupan Pribadi Saya
Pancasila sebagai Cerminan Sikap dalam Kehidupan Sehari-hari
Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Rumahku: 5 Sila Pancasila untuk Menopang Masa Depan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Merawat Pancasila dalam Tindakan Sederhana 

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Aku dan Pancasila: Menjadikan Nilai Luhur sebagai Pedoman Hidup Mahasiswa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:06 WIB

Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Pancasila: Bukan Sekadar Kata, tetapi Makna

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Jiwaku Ber Pancasila 

Berita Terbaru

Sumsel

Merawat Pancasila dalam Tindakan Sederhana 

Jumat, 21 Agu 2026 - 00:18 WIB

Sumsel

Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agu 2026 - 00:06 WIB

Sumsel

Pancasila: Bukan Sekadar Kata, tetapi Makna

Jumat, 21 Agu 2026 - 00:02 WIB

Sumsel

Jiwaku Ber Pancasila 

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:59 WIB