Mantan Kadisperkim: Saya Siap Dipanggil Kejati Jika Diperlukan

- Redaksi

Senin, 14 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DisPerkim) Provinsi Sumatera Selatan, Basyaruddin. (Foto: Arsip Tia)

Mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DisPerkim) Provinsi Sumatera Selatan, Basyaruddin. (Foto: Arsip Tia)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DisPerkim) Provinsi Sumatera Selatan mengaku jika dirinya siap dipanggil Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel jika diperlukan keterangan terkait penggeledahan kantor Disperkim soal pembangunan Pasar Cinde.

“Dulu sudah pernah dipanggil Kejati Sumsel terkait pembangunan Pasar Cinde, kalau sekarang belum ada. Tapi kalau memang nantinya dipanggil, sebagai warga negara yang taat hukum maka siap dipanggil,” ujar Basyaruddin saat diwawancarai di Griya Agung pada, Senin (14/4/2025).

Ia mengatakan jika saat itu dirinya baru ditugaskan ke PU Cipta Karya namun sebagai anggota.

“Sebelumnya jadi Disperkim kan namanya Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) dan Kepala PUCK Provinsi Sumsel saat itu adalah Eddy Hermanto,” katanya.

Ia menjelaskan konteks perencanaan terkait Pasar Cinde yaitu Transit Oriented Development (TOD), jadi pasar regional.

“Kalau konteks perencanaan itu dulu kan pengennya Transit Oriented Development (TOD), jadi pasar regional yang mana di atas pasar modern nantinya ada apartemen, hotel dan di bawahnya pasar tradisional,” jelasnya.

Menurutnya, meski rencananya akan dibuat modern Pasar Tradisional tersebut tetap akan mempertahankan tampak depan bangunan sebagai heritage.

“Kita berharap Cinde ini jadi Landmark Palembang. Karena pada saat dibangun itu, pasak dua tiang di depan tampak muka tetap dipertahankan heritage-nya,” imbuhnya.

Kemudian, pada waktu itu assessment-nya sampai ke Makassar dan pasak dimuka itu masih di pertahankan, jadi heritage itu masih ada.

“Hanya saja karena memang itu buatan zaman dulu dan posisi Cinde di bawah permukaan jalan menyebabkan Cinde cukup tergenang. Maka itu perlu dikaji ulang apakah tahan, lalu apakah besi-besinya haus dan lain-lain,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

TPID Sumsel Perkuat Pengendalian Inflasi, 493 Operasi Pasar Digelar hingga September
Wyndham OPI Hotel Palembang Buka Fitness Centre untuk Umum, Dorong Gaya Hidup Sehat
Operasi Pekat Musi 30 Pelaku Diduga Lakukan Aksi Premanisme Diamankan
Ditabrak Kereta Api Tubuh Nasrulpa Terbelah Dua 
Diduga Ada Permasalahan Keluarga, SG Akhiri Hidupnya 
Ibu Bhayangkari Merugi Hampir Setengah Milyar, Korban Membuat Laporan Polisi
Bocah Laki Laki Berumur 8 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam
Dituntut 5 Tahun Kasus Pengeroyokan, Kuasa Hukum Dito Prayoga: Tidak Sesuai Fakta Persidangan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:02 WIB

TPID Sumsel Perkuat Pengendalian Inflasi, 493 Operasi Pasar Digelar hingga September

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Wyndham OPI Hotel Palembang Buka Fitness Centre untuk Umum, Dorong Gaya Hidup Sehat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Operasi Pekat Musi 30 Pelaku Diduga Lakukan Aksi Premanisme Diamankan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Ditabrak Kereta Api Tubuh Nasrulpa Terbelah Dua 

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Diduga Ada Permasalahan Keluarga, SG Akhiri Hidupnya 

Berita Terbaru

Foto diduga Premanisme

Kota Palembang

Operasi Pekat Musi 30 Pelaku Diduga Lakukan Aksi Premanisme Diamankan

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:05 WIB