Lindungi Konsumen, Pasar Tertibkan Timbangan

- Redaksi

Rabu, 14 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Disperindagkop Pagar Alam pasang segel terhadap alat UTTP para pedagang yang sudah ditera ulang. (Photo: Delta Handoko)

Petugas Disperindagkop Pagar Alam pasang segel terhadap alat UTTP para pedagang yang sudah ditera ulang. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Sebagai bentuk legalitas Alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkap (UTTP), Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Kota Pagar Alam memberikan segel terhadap UTTP yang sudah di tera.

Kabid Metrologi Disperindagkop Kota Pagar Alam Tati Haryan mengatakan, tera ulang terhadap alat UTTP ini merupakan hal penting dan wajib untuk segera dilakukan, karena sudah diatur dalam Undang-undang.

“Ini adalah bentuk jaminan dan juga perlindungan terhadap konsumen. yang menjadi program pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada konsumen sebagai upaya mendukung pasar tertib ukur,” jelasnya.

Bila kondisi pasar telah tertib ukur, tambah Tati, sudah berang tentu bisa turut pula mendukung tingkat perekonomian yang bagus, begitu pula pembelinya bisa percaya.

“Untuk keberadaan pasar tradisional bisa selalu tetap terjaga, sehingga pedagang maupun para konsumen merasa tidak ada yang merugikan ataupun dirugikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Tati menambahkan, untuk pelaksanaan giat UTTP  akan berlangsung selama kurang lebih 6 hari ke depan, sejak Senin kemarin (12/9/2022) hingga Sabtu (17/9/2022).

Berlokasi di kawasan Pasar Terminal Nendagung, Kecamatan Pagar Alam Selatan, dilanjutkan ke Kecamatan Pagar Alam Selatan, Kecamatan Dempo Tengah, Kecamatan Dempo Selatan, Kecamatan Dempo Utara, dan mengukur alat UTTP di PTPN VII. Dan sebelumnya juga Disperindagkop dan UKM Kota Pagar Alam telah melakukan tera ulang di tiga SPBU wilayah Kota Pagar Alam.

“Tujuan dari kegiatan ini, kita ingin mengetahui penyebaran dan jenis UTTP yang ada di wilayah Kota Pagar Alam, sehingga dapat mempersiapkan sarana dan prasarana yang nantinya akan digunakan sebagai pelayanan tera dan tera ulang,” ungkapnya.

Selain itu kata Tati, giat ini juga untuk meningkatkan citra Pasar Tradisional melalui kebenaran hasil pengukuran, merumuskan usulan kebijakan untuk meningkatkan pelaksanaan tera dan tera ulang.

“Disamping itu juga untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pedagang serta pemilik UTTP dan pengelola pasar dalam membangun kepercayaan masyarakat,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi
Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona
Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan
Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan
Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo
Gerebek Tempat Karaoke, Tim Gabungan Temukan Tiga Pemandu Karaoke Positif Narkoba
LUAR BIASA! Jawab Krisis Khatib IKADI Pagar Alam Turut Pecahkan Rekor MURI Dalam Pelatihan Khatib Nasional

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:53 WIB

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial

Berita Terbaru

Kota Palembang

Optimalisasi Zakat Jadi Modal Usaha! Gerakkan Ekonomi Umat

Kamis, 5 Nov 2026 - 18:17 WIB