Lestarikan Kain Khas Palembang, Warga Binaan Perempuan LPP Kelas II A Kota Palembang Mengikuti Pelatihan Jumputan

Kota Palembang179 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kain Jumputan menjadi salah satu kain tradisional khas Kota Palembang yang masih dilestarikan dibuat dengan melalui proses penjumputan. Kain Jumputan memiliki beberapa motif diantaranya motif bintik lima, bintik tujuh, bintik sembilan, bintik-bintik, kembang janur, dan bintang tujuh.

Upaya untuk terus melestarikan kain Jumputan khas Kota Palembang, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Palembang memberikan pelatihan Jumputan kepada warga binaan perempuan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Kota Palembang.

Kegiatan ini diikuti sebanyak dua puluh warga binaan perempuan dan dua orang perwakilan dari Kelompok Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Mariana, di Aula LPP Kelas II A Kota Palembang yang dibuka langsung oleh Kepala LPP Kelas II A Kota Palembang, Ike Rahmawati.

Baca Juga :  Pj Walikota Palembang Ceritakan Pengalaman Menerima Masukan dan Keluhan Dari Masyarakat Saat Sambangi Warga IB

“Lembaga pemasyarakatan sebagai salah satu wadah pembinaan warga binaan yang berfungsi sebagai lembaga pendidikan untuk meningkatkan nilai tambah bagi narapidana melalui program pembinaan baik kerohanian maupun kemandirian. Pada pembinaan kemandirian diberikan pelatihan berbagai keterampilan sebagai bekal bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat. Salah satunya pelatihan jumputan yang mana jumputan merupakan kain khas Palembang yang sangat dilirik baik warga lokal maupun warga pendatang yang berkunjung ke Kota Palembang”, ungkap Ike.

Ike Rahmawati juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pertamina yang telah memberikan perhatian kepada warga binaan perempuan di LPP Kelas II A Kota Palembang.

Baca Juga :  Ribuan Hektar Lahan Perusahaan yang Terbakar di Sumsel di Segel KLHK

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan melalui pelatihan jumputan, kita terus melestarikan salah satu kain khas Kota Palembang yang memiliki daya tarik tersendiri.

“Kegiatan ini diberikan tidak hanya kepada warga binaan perempuan namun juga kelompok UMKM Mariana yang mana nantinya dapat dikembangkan oleh mereka sehingga dapat menambah pendapatan bagi warga binaan perempuan yang telah “bebas” dan kelompok UMKM Mariana,” kata Nikho.

Mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung terlaksananya program ini yang mengacu pada capaian SDGs Nomor 1 Tanpa Kemiskinan (No Poverty), Nomor 5 Kesetaraan Gender (Gender Equality), dan Nomor 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)

    Baca Juga :  PGRI Gandeng BRIN dan Kilang Pertamina Lestarikan Ikan Belida

    Komentar