oleh

Korupsi Dana Desa, Dua Kades di Muba Jadi Tersangka

SUARAPUBLIK.ID, MUSI BANYUASIN – Unit Pidana Korupsi (Pidkor) Satreskrim Polres Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), melimpahkan dua kasus dugaan korupsi Alokasi dana desa (ADD), kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekayu.

Dua tersangkanya yakni, Mantan Kepala Desa Keputeran Kecamatan Plakat Tinggi, Bayumi, dan Mantan Kepala Desa Madya Mulya Kecamatan Lalan, Hermanto.

Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy mengatakan, untuk tindak pidana korupsi yang dilakukan mantan Kades Kaputeran, diduga telah merugikan negara sebesaelr Rp413.853.202,53.

“Ia diduga telah korupsi dana ADD anggaran tahun 2014, di mana pencairan sebanyak dua termin. Dari hasil penyelidikan ditemukan kerugian negara atau kegiatan fiktif yang dilakukannya,” ungkap Kapolres, didampingi Kasatreskrim AKP Ali Rojikin, bersama Kanit Pidkor Ipda Jon Kenedi, Senin (13/9/2021).

Dikatakanya, dari hasil pemeriksaan, tersangka Bayumi menyebutkan bahwa ia melakukan hal tersebut untuk membayar utang saat dirinya mencalonkan diri sebagai Kades.

“Ia diancam hukuman penjara minimun empat tahun maksimal seumur hidup, dengan denda minimun Rp500 juta, maksimal Rp1 miliar,” jelasnya.

Sementara, mantan Kades Madya Mulya Kecamatan Lalan Muba, Hermanto, dari hasil penyelidikan ditemukan kerugian negara sebesar Rp74.139.830.

“Tersangka Hermanto yakni mantan kades 2006-2012. Ia diancaman hukuman maksimal seumur hidup dan denda Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Untuk berkas kedua tersangka sudah dinyatakan lengkap (P 21), akan dilimpahkan ke Kejaksaan Sekayu,” ungkap Alamsyah. (ANA)

Komentar

Berita Hangat Lainya