Nama : Isrofi Regina Puspa
NIM : PO24226051
Prodi : STr Bidan
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Bagi saya, Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara yang dipelajari di sekolah atau di kampus. Semakin bertambah usia, saya semakin menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, banyak kebiasaan sederhana yang saya lakukan ternyata merupakan bentuk penerapan nilai-nilai tersebut. Meskipun saya masih terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik, saya berusaha menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap, berinteraksi, dan mengambil keputusan.
Sebagai seorang muslim, saya berusaha menjalankan kewajiban dengan melaksanakan salat dan mengaji serta menghafal al-quran. Selain karena merupakan perintah agama, ibadah juga membuat hati saya menjadi lebih tenang. Saat hati terasa tenang, saya merasa lebih mudah menjalani aktivitas sehari-hari dan menghadapi berbagai persoalan dengan pikiran yang lebih jernih. Dari situ saya belajar bahwa hubungan yang baik dengan Tuhan menjadi dasar untuk membentuk sikap yang baik kepada sesama manusia. Walaupun saya belum pernah memiliki teman dekat yang berbeda agama, saya percaya bahwa setiap orang memiliki hak untuk memeluk dan menjalankan keyakinannya. Karena itu, saya selalu berusaha menghormati setiap perbedaan yang ada.
Selain hubungan dengan Tuhan, saya juga belajar bahwa kepedulian kepada sesama merupakan nilai yang tidak kalah penting. Ketika melihat pengemis atau gelandangan di jalan dan saya memiliki rezeki lebih, saya berusaha menyisihkan sedikit uang untuk membantu mereka. Mungkin bantuan yang saya berikan tidak besar, tetapi saya percaya bahwa sekecil apa pun kebaikan tetap memiliki arti bagi orang lain. Pengalaman yang paling membekas bagi saya adalah ketika ibu sedang sakit sementara ayah harus bekerja. Saat itu saya berusaha merawat ibu semampu saya, mulai dari menemani hingga membantu memenuhi kebutuhan beliau. Dari pengalaman tersebut saya menyadari bahwa kepedulian bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga tentang hadir dan memberikan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pengalaman itu membuat saya semakin memahami arti empati dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kehidupan sehari-hari, saya juga berusaha menjaga hubungan baik dengan teman-teman. Saya merasa nyaman ketika bekerja sama dalam kelompok. Menurut saya, setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda sehingga ketika saling bekerja sama, hasil yang diperoleh akan lebih baik dibandingkan jika dikerjakan sendiri. Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa persatuan bukan berarti semua orang harus memiliki pemikiran yang sama, tetapi bagaimana perbedaan yang ada dapat saling melengkapi untuk mencapai tujuan bersama.
Hal yang sama saya rasakan ketika berdiskusi dalam mengerjakan tugas kelompok. Ada kalanya saya menyampaikan pendapat, tetapi ada juga saat saya lebih banyak mendengarkan pendapat teman. Pernah suatu ketika usulan saya tidak dipilih karena kelompok menilai pendapat teman lain lebih tepat. Awalnya saya merasa pendapat saya juga cukup baik, tetapi setelah mendengarkan alasan mereka, saya menyadari bahwa keputusan tersebut memang lebih bermanfaat bagi kelompok. Pengalaman itu mengajarkan saya untuk menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, menghargai pendapat orang lain, dan tidak memaksakan kehendak sendiri.
Nilai keadilan juga saya terapkan melalui kebiasaan sederhana, seperti berbagi makanan saya dengan teman-teman saya ketika saya membawa bekal saat datang ke kampus. Saya merasa senang saat saya dapat membagikan dan memberi sesuatu secara adil kepada orang-orang disekitar saya. Selain itu, saya juga berusaha bersikap lebih baik lagi dalam menghargai orang lain, dan belajar mengalah dalam situasi tertentu demi menjaga hubungan yang baik. Dari kebiasaan tersebut saya memahami bahwa keadilan bukan hanya tentang membagi sesuatu secara sama rata, tetapi juga tentang memperlakukan setiap orang dengan penuh rasa hormat dan kepedulian.
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa mengamalkan Pancasila tidak selalu harus melalui tindakan yang besar. Justru melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana, seperti beribadah, menghormati perbedaan, membantu orang lain, bekerja sama, menghargai hasil musyawarah, dan berbagi dengan sesama, nilai-nilai Pancasila dapat benar-benar hidup dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai mahasiswa kebidanan, saya percaya bahwa ilmu yang saya pelajari harus berjalan seiring dengan karakter yang baik. Oleh karena itu, saya ingin terus belajar menjadi pribadi yang lebih disiplin, jujur, peduli, dan bertanggung jawab agar kelak tidak hanya menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang penuh empati dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.






