Belajar Menjadi Pribadi yang Berkarakter melalui Pancasila

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Indry Widdyanti

NIM   : PO7124226054

Prodi : STr Bidan

 

Belajar Menjadi Pribadi yang Berkarakter melalui Pancasila

 

Sejak menyadari pentingnya penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, saya memahami bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara Indonesia, tetapi juga pedoman dalam membentuk sikap dan karakter. Sebagai mahasiswa baru, saya menyadari bahwa memasuki dunia perkuliahan bukan hanya tentang memperoleh nilai yang baik, tetapi juga tentang belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, dan mampu menghargai orang lain.

 

Lingkungan kampus mempertemukan saya dengan banyak orang yang memiliki karakter dan latar belakang berbeda. Oleh karena itu, saya merasa penerapan nilai-nilai Pancasila penting untuk membantu saya beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dalam menerapkan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya berusaha menjaga kebiasaan beribadah. Saya membiasakan diri melaksanakan salat lima waktu, membaca Al-Qur’an setelah salat Magrib, bersedekah setiap Jumat pagi, dan berdzikir setelah salat. Saya juga membiasakan diri tersenyum, menyapa, dan mengucapkan salam kepada orang yang saya temui. Salah satu momen yang berkesan bagi saya adalah ketika sedang dikejar deadline tugas dan menghadapi mata kuliah yang cukup berat. Di tengah kesibukan tersebut, saya tetap menyempatkan diri untuk salat dan mengaji setelah Magrib. Bagi saya, kegiatan tersebut bukan hanya kewajiban, tetapi juga menjadi cara untuk menenangkan pikiran ketika sedang menghadapi banyak tugas.

 

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan dengan menghormati dosen dan peduli kepada teman. Ketika dosen sedang menjelaskan, saya berusaha tidak mengobrol, tidak bermain ponsel, dan memperhatikan materi yang disampaikan. Saya juga berusaha membantu teman yang membutuhkan. Saya pernah membantu seorang teman yang kesulitan mencari kelompok tugas karena saya memahami bahwa tidak mudah berada dalam posisi tersebut. Dari pengalaman sederhana itu, saya belajar bahwa kepedulian kepada orang lain dapat dimulai dari hal-hal kecil.

 

Pada sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya belajar menghargai perbedaan yang ada di lingkungan kampus. Saya memiliki teman bernama tata yang berasal dari Banyuasin dan setiap hari pulang-pergi sendiri menggunakan motor menuju kampus. Saya cukup kagum dengan perjuangannya karena jarak yang ditempuh cukup jauh. Saya juga berteman dengan beberapa teman kos yang berasal dari daerah berbeda. Dari pertemanan tersebut, saya belajar mengenal kebiasaan dan karakter yang beragam. Hal tersebut membuat saya memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan belajar satu sama lain.

 

Sila keempat saya terapkan melalui diskusi dan kerja kelompok. Saya berusaha mendengarkan pendapat teman sebelum mengambil keputusan. Jika pendapat yang berbeda ternyata lebih logis, saya tidak ragu untuk menerimanya. Namun, jika suatu pendapat hanya dipilih karena mengikuti mayoritas tanpa alasan yang jelas, saya tetap mempertahankan pendapat saya apabila didukung oleh data dan fakta. Saya juga pernah dipercaya menjadi ketua kelompok prodi saat PKKMB untuk menyiapkan yel-yel. Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa menjadi pemimpin bukan hanya tentang memberikan arahan, tetapi juga mendengarkan pendapat anggota dan mengambil keputusan bersama.

 

Sila kelima saya terapkan dengan berusaha bersikap adil kepada semua teman tanpa membeda-bedakan berdasarkan kedekatan. Saya juga pernah menjadi ketua kelompok diskusi mata kuliah Matematik di Sma, jujur saja sangat tidak mudah menjadi sebuah pemimpin tetapi banyak sekali pelajaran yang tak bisa di ajarkan di buku tetapi saya dapatkan langsung saat mencoba hal tersebut. Dan salah satu pengalaman yang paling saya ingat adalah ketika UTS. Saat beberapa teman di sekitar saya diam-diam membuka ponsel, saya memilih tetap mengerjakan ujian dengan kemampuan sendiri. Akibatnya, peringkat saya di kelas sempat turun. Meskipun demikian, saya tidak menyesal karena bagi saya kejujuran lebih berharga daripada sekadar nilai atau ranking.

 

Saya memilih menerapkan nilai-nilai Pancasila karena percaya bahwa karakter yang baik tidak terbentuk dalam waktu singkat, melainkan melalui kebiasaan yang dilakukan terus-menerus. Sebagai mahasiswa baru, saya masih belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan perkuliahan. Karena itu, saya ingin menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap kepada dosen, teman, maupun masyarakat.

 

Penerapan nilai-nilai Pancasila memberikan dampak positif bagi saya. Saya menjadi lebih sadar untuk disiplin mengatur waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, menghargai perbedaan pendapat, dan menjaga kejujuran. Saya menyadari bahwa saya masih belum sempurna dalam menerapkan semua nilai tersebut. Namun, saya percaya perubahan dapat dimulai dari diri sendiri dan dari tindakan sederhana yang dilakukan setiap hari.

 

Bagi saya, Pancasila bukan hanya teori yang dipelajari untuk memenuhi tugas, tetapi nilai yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Saya berharap kebiasaan tersebut dapat terus saya bawa selama menjalani perkuliahan hingga nantinya menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Berita Terkait

Pentingnya Pancasila dalam Diri Saya
Mengamalkan Nilai Pancasila untuk Membangun Kehidupan yang Harmonis
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sebagai Mahasiswa
Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sebagai Mahasiswa
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari 
Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Pembentuk Karakter
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Pembentuk Karakter

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Pentingnya Pancasila dalam Diri Saya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:58 WIB

Belajar Menjadi Pribadi yang Berkarakter melalui Pancasila

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:54 WIB

Mengamalkan Nilai Pancasila untuk Membangun Kehidupan yang Harmonis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sebagai Mahasiswa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:44 WIB

Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sebagai Mahasiswa

Berita Terbaru

Sumsel

Pentingnya Pancasila dalam Diri Saya

Kamis, 20 Agu 2026 - 01:04 WIB

Sumsel

Belajar Menjadi Pribadi yang Berkarakter melalui Pancasila

Kamis, 20 Agu 2026 - 00:58 WIB