Nama : Putri Lestari
NIM : PO7124226029
Prodi : STr Kebidanan
Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila dalam
Kehidupan Sehari-hari
Sejak kecil, saya sudah memiliki ketertarikan terhadap dunia kesehatan. Saya selalu merasa bahwa menjadi seseorang yang dapat membantu orang lain dalam hal kesehatan adalah sesuatu yang berarti. Ketertarikan tersebut kemudian membuat saya memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan, bahkan saya pernah memiliki keinginan yang sangat besar untuk menjadi dokter dan berkuliah di Pendidikan Dokter Universitas Sriwijaya. Bagi saya saat itu, bisa masuk ke jurusan tersebut adalah salah satu impian yang ingin saya perjuangkan. Perjalanan untuk mencapai impian tersebut tentu tidak selalu mudah. Ada banyak proses yang saya lewati, mulai dari belajar, berusaha, berdoa, sampai menghadapi rasa kecewa ketika kenyataan tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang saya harapkan. Saya sempat merasa sedih karena belum bisa mendapatkan apa yang selama ini saya inginkan.
Namun, dari proses tersebut saya mulai belajar bahwa tidak semua hal yang kita inginkan harus menjadi jalan hidup kita. Saya mencoba menerima keadaan dan percaya bahwa setiap jalan yang diberikan Tuhan pasti memiliki alasan. Pada akhirnya, saya memilih untuk melanjutkan pendidikan di Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang. Awalnya mungkin tidak mudah untuk benar-benar menerima bahwa perjalanan saya bukan menuju Pendidikan Dokter seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Namun, perlahan saya mulai mengenal lebih jauh tentang kebidanan dan menyadari bahwa bidang ini juga memiliki peran yang sangat penting dalam dunia kesehatan.
Saya mulai belajar untuk menerima pilihan ini dengan hati yang lebih ikhlas dan menjadikannya sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan sebagai pengganti dari cita-cita yang gagal tercapai. Menurut saya, proses tersebut juga mengajarkan saya tentang nilai-nilai Pancasila.
Saya belajar menerapkan sila pertama dengan tetap berdoa dan percaya kepada Tuhan dalam setiap proses yang saya jalani.
Sila kedua saya rasakan melalui keinginan saya untuk berada di bidang yang dapat membantu dan memberikan manfaat bagi orang lain. Menjadi tenaga kesehatan bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang kepedulian dan kemanusiaan.
Saya juga belajar menerapkan sila ketiga dengan tidak membandingkan perjalanan saya dengan orang lain. Setiap orang memiliki jalan dan waktunya masing-masing.
Sementara itu, sila keempat mengajarkan saya untuk menerima masukan dari orang-orang di sekitar saya dan mempertimbangkan keputusan dengan baik. Sedangkan sila kelima mengajarkan saya untuk tetap berusaha dengan adil dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang sudah saya ambil.
Sekarang, saya mulai melihat kebidanan bukan sebagai jalan yang saya pilih karena tidak berhasil menjadi dokter, tetapi sebagai jalan yang memang bisa membawa saya lebih dekat dengan dunia kesehatan yang sejak dulu saya sukai. Saya ingin menjadi bidan yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki rasa empati, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap pasien.
Dari perjalanan ini, saya belajar bahwa menerima kenyataan bukan berarti menyerah terhadap cita-cita. Terkadang, kita hanya perlu belajar melihat bahwa ada jalan lain yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Saya percaya bahwa selama saya menjalani proses ini dengan ikhlas, terus berusaha, dan tetap memegang nilai-nilai Pancasila, saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan kelak menjadi tenaga kesehatan yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.






