Nama : Amanah Putri Mulia
Nim : PO7124226036
Prodi : STr Kebidanan
Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Menurut saya, menerapkan Pancasila bukan hanya tentang menghafalkan kelima silanya, tetapi bagaimana nilai-nilai tersebut benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya mulai memahami hal tersebut dari kebiasaan sederhana yang saya lakukan, seperti beribadah, menghargai orang lain, membantu teman, mendengarkan pendapat, dan berusaha bersikap adil. Kebiasaan tersebut juga tidak terlepas dari ajaran keluarga saya sejak kecil yang mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang baik dan menghargai orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha melaksanakan sholat lima waktu dan membiasakan diri berdoa sebelum pembelajaran. Saya juga berusaha menjaga lisan dan akhlak dalam berinteraksi dengan orang lain. Bagi saya, menjalankan agama bukan hanya tentang beribadah kepada Allah, tetapi juga tentang bagaimana saya memperlakukan orang lain. Hal tersebut pernah saya alami ketika menjadi mahasiswa baru.
Saya pernah satu kelompok dengan teman yang beragama Kristen. Walaupun memiliki keyakinan yang berbeda, kami tetap dapat bekerja sama dan saling membantu. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa menghargai orang lain bukan berarti harus memiliki keyakinan yang sama, tetapi memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk menjalankan agamanya masing-masing.
Saya juga berusaha membantu orang lain ketika mereka membutuhkan. Salah satu pengalaman yang saya ingat terjadi saat PKKMB. Ketika itu, saya melihat seorang teman yang belum saya kenal membutuhkan mukena karena ingin melaksanakan sholat Zuhur. Saya kemudian meminjamkan mukena saya kepadanya. Bagi saya, membantu orang lain tidak harus menunggu sampai kita mengenal atau dekat dengan orang tersebut.
Saya juga berusaha menjaga perasaan orang lain dengan tidak mengejek fisik maupun mengatakan sesuatu yang dapat menyakiti hati mereka. Saya menyadari bahwa hal sederhana seperti membantu dan menjaga perkataan merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama.
Ketika memasuki dunia perkuliahan, saya bertemu dengan banyak teman yang berasal dari daerah dan memiliki kebiasaan yang berbeda-beda. Pada awalnya saya merasa canggung, tetapi saya mencoba mengenal mereka dengan bertanya tentang daerah asal, makanan khas, maupun tradisi mereka. Dari situ saya menyadari bahwa perbedaan justru dapat membuat saya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Ketika terjadi perbedaan pendapat, saya berusaha mendengarkan dan mencari jalan tengah daripada memperbesar masalah. Bagi saya, hidup bersama berarti mampu saling menghargai meskipun memiliki banyak perbedaan.
Dalam berdiskusi dan bekerja dalam kelompok, saya berusaha untuk tidak memaksakan pendapat sendiri. Biasanya saya mendengarkan pendapat teman terlebih dahulu, kemudian menyampaikan pendapat saya. Saya lebih menyukai keputusan yang diperoleh melalui musyawarah karena setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pemikirannya. Kebiasaan bermusyawarah tersebut juga saya lihat dalam keluarga. Misalnya, ketika keluarga saya membicarakan rencana untuk membuat kebun kecil di rumah, setiap orang dapat menyampaikan pendapat sebelum menentukan keputusan bersama. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa musyawarah dapat membantu menemukan keputusan yang lebih baik dan dapat diterima bersama.
Saya juga berusaha berbagi dan bersikap adil kepada orang lain. Saat ospek, saya pernah melihat seorang teman yang terlihat pucat. Saya kemudian menawarkan air minum dan makanan kepadanya. Dalam kegiatan kelompok, saya juga berusaha memberikan kesempatan yang sama kepada teman untuk menyampaikan pendapat serta membagi tugas secara adil. Walaupun saya menyadari bahwa dalam menerapkan keadilan saya masih memiliki banyak kekurangan, saya terus berusaha memperbaiki diri agar tidak hanya mementingkan kepentingan sendiri.
Dari pengalaman saya sehari-hari, saya menyadari bahwa menerapkan nilai-nilai Pancasila sangat penting. Jika saya tidak membiasakan diri beribadah dan menghargai orang lain, saya bisa menjadi pribadi yang kurang peduli dan tidak mampu menjaga sikap maupun perkataan.
Begitu juga ketika saya tidak mau membantu atau menghargai perbedaan. Saya bisa menjadi lebih mementingkan diri sendiri, sulit beradaptasi dengan teman, bahkan mudah menimbulkan konflik. Dalam kerja kelompok, jika saya suka memaksakan pendapat dan tidak mau mendengarkan orang lain, teman juga bisa merasa tidak dihargai.
Saya juga menyadari bahwa bersikap adil sangat penting, misalnya dalam pembagian tugas kelompok. Jika saya hanya memilih tugas yang mudah, tentu akan merugikan teman yang lain. Karena itu, saya ingin terus belajar menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui hal-hal sederhana, seperti beribadah, membantu teman, menghargai perbedaan, mendengarkan pendapat, dan bersikap adil. Bagi saya, kebiasaan kecil tersebut dapat membantu saya menjadi pribadi yang lebih baik.







