Nama : Solehatun Akmaliya
NIM : PO7124226025
Prodi : D4-Kebidanan
Belajar Menjadi Pribadi yang Lebih Baik Melalui Nilai-Nilai Pancasila
Menurut saya, Pancasila bukan hanya sesuatu yang harus dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan melalui hal sederhana, baik di rumah, bersama teman, maupun di lingkungan kampus. Kelima sila juga saling berkaitan dan dapat membentuk kebiasaan yang baik dalam diri saya.
Saya berusaha menjalankan ibadah dan selalu bersyukur atas apa yang saya miliki. Dari kebiasaan tersebut, saya belajar bahwa setiap orang memiliki keyakinan dan cara beribadah yang berbeda. Karena itu, saya harus menghargai perbedaan tersebut tanpa memaksakan kepercayaan kepada orang lain. Jika tidak menerapkannya, saya mungkin menjadi pribadi yang kurang bersyukur dan sulit menghargai perbedaan. Sebaliknya, dengan menerapkannya, saya merasa lebih tenang, bersyukur, dan mampu menghormati orang lain.
Sikap ini merupakan penerapan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Rasa syukur juga membuat saya belajar peduli kepada orang lain. Ketika teman mengalami kesulitan, misalnya belum memahami tugas, saya berusaha membantu sesuai kemampuan. Jika tidak menerapkannya, saya bisa menjadi orang yang tidak peduli dan hanya memikirkan diri sendiri. Dengan menerapkannya, saya menjadi lebih peka dan memiliki empati.
Hal ini sesuai dengan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Dalam pergaulan, saya bertemu teman dengan sifat dan pendapat yang berbeda. Saya berusaha menerima perbedaan agar hubungan tetap baik. Jika tidak menerapkannya, perbedaan kecil dapat menimbulkan perselisihan. Dengan menerapkannya, saya belajar menjaga kebersamaan.
Sikap tersebut mencerminkan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Saat mengerjakan tugas bersama, saya berusaha mendengarkan pendapat teman dan mencari keputusan bersama. Dengan bermusyawarah, saya menjadi lebih terbuka dan menghargai pendapat orang lain. Hal tersebut merupakan penerapan sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan permusyawaratan perwakilan. Saya juga berusaha bersikap adil dalam pembagian tugas agar setiap anggota bertanggung jawab.
Dengan begitu, saya belajar menghargai hak dan kewajiban orang lain. Sikap tersebut merupakan penerapan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa Pancasila dapat diterapkan melalui tindakan sederhana. Kelima sila saling berkaitan dan mengajarkan saya menjadi pribadi yang bersyukur, peduli, menghargai perbedaan, mau bermusyawarah, serta bersikap adil.






