Konektivitas Jadi Kendala, Jalan Poros di Kecamatan Air Sugihan Mulai Dibangun

- Redaksi

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pengecoran jalan di Kecamatan Air Sugihan. (Photo: Istimewa)

Proses pengecoran jalan di Kecamatan Air Sugihan. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Konektivitas antar wilayah di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Pesisir Timur.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan desa menjadi kunci menjawab persoalan tersebut.

“Masyarakat OKI menghadapi tantangan besar dalam konektivitas antarwilayah, terutama di kawasan pesisir timur. Penguatan infrastruktur menjadi langkah mutlak untuk menumbuhkan simpul-simpul ekonomi baru,” ujar Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, pada Rakor Forum CSR Kabupaten OKI, belum lama ini.

Menurut Muchendi, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang kini diterapkan.

“Peran swasta dan pemerintah desa sangat penting, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar. Sinergi inilah yang menjadi kunci,” katanya.

Bangun Jalan Poros Secara Bertahap

Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten OKI membangun jalan poros sepanjang 4,5 kilometer di Kecamatan Air Sugihan. Pekerjaan meliputi pengecoran dan pengerasan jalan yang melintasi Desa Suka Mulya Dusun 1, Desa Pangkalan Damai, Desa Kerta Mukti, Rengas Abang, hingga poros kecamatan.

“Pembangunan kami lakukan bertahap, fokus pada jalan poros antar desa agar akses ekonomi dan sosial masyarakat semakin terbuka,” ujar Man Winardi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten OKI.

Wilayah Air Sugihan, yang berjarak sekitar tiga jam perjalanan menggunakan speed boat dari Kota Palembang, menjadi prioritas perbaikan infrastruktur karena letaknya yang jauh dari Ibu Kota Kabupaten. Dukungan juga datang dari sektor swasta.

Perusahaan pulp dan kertas terbesar di daerah itu, PT OKI Pulp and Paper Mills, turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR), perusahaan tersebut membangun jalan cor beton sepanjang 1,3 kilometer di Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan.

Jalan selebar delapan meter itu dibangun menggunakan konstruksi wiremesh dengan ketebalan cor 20 sentimeter. Untuk proyek ini, OKI Pulp menggelontorkan dana CSR sebesar Rp3,4 miliar.

“Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian perusahaan terhadap program priorotas Pemkab OKI dalam menyediakan infrastruktur jalan yang mantap,” Ujar Gadang Hartawan, Vice Direktur PT OKI Pulp and Paper.

Jalan yang diperbaiki menghubungkan Simpang Kades hingga Jembatan Penyeberangan Sungai Baung, yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat untuk aktivitas ekonomi dan transportasi hasil pertanian. Kondisi jalan sebelumnya tidak layak dilalui, sehingga memperlambat arus logistik dan pergerakan ekonomi warga.

Bangun Desa dari Pendapatan Sendiri

Tak hanya pemerintah daerah dan swasta, pemerintah desa juga mengambil peran nyata. Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, memanfaatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk membangun desanya.

Secara swadaya desa ini telah membangun 3 kantor sekaligus, yakni kantor BPD, kantor PKK dan Kantor desa. Tak berhenti di sana, Pemerintah Desa juga berencana membangun jalan desa sepanjang dua kilometer dengan kontruksi cor beton.

Kepala Desa Bukit Batu, Rumaidah, mengatakan pembangunan ini menjadi simbol kemandirian desa dalam membangun infrastruktur tanpa bergantung pada dana pemerintah.

“Kami bersyukur bisa membangun desa dari hasil PADes. Dana berasal dari pengelolaan aset desa dan sumber pendapatan sah lainnya. Ini bukti desa mampu mandiri,” ujar Rumaidah.

Rumaidah menegaskan, seluruh proses pembangunan dilakukan secara transparan dan partisipatif. Masyarakat ikut mengawasi jalannya proyek, sementara desa juga menggandeng Kejaksaan Negeri OKI dan Dinas PUPR OKI untuk memastikan pelaksanaan sesuai aturan.

“Agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, kami libatkan warga dan minta pendampingan dari kejaksaan serta Pemda. Ini penting untuk menjaga akuntabilitas,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

‎Diduga Ada Kios Tak Sesuai Peruntukan, Pemkab OKI Gandeng Kejaksaan Tertibkan Pasar Shopping Kayuagung
Menanggalkan Riuh Masa Muda, Menjinakkan Bara
HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla
Enam Perusahaan Diawasi, Pemkab OKI Verifikasi Area Terbakar
OKI Optimalkan Peran MPA untuk Cegah Karhutla di Wilayah Raw
Tanggulangi Karhutlah, 1.470 Personel Perusahaan dan 176 KTPA Siaga di OKI .
47 Tim Muda OKI Berebut Tiket ke Seri Nasional Liga Merah Putih
Menjadi Jembatan Akses Keuangan, Mantri BRI Menembus Pelosok OKI

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:44 WIB

‎Diduga Ada Kios Tak Sesuai Peruntukan, Pemkab OKI Gandeng Kejaksaan Tertibkan Pasar Shopping Kayuagung

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Menanggalkan Riuh Masa Muda, Menjinakkan Bara

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:48 WIB

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Enam Perusahaan Diawasi, Pemkab OKI Verifikasi Area Terbakar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:35 WIB

OKI Optimalkan Peran MPA untuk Cegah Karhutla di Wilayah Raw

Berita Terbaru

Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi

Kota Palembang

Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:38 WIB

Empat Lawang

Santri bisa jadi Ulama Hingga Pemimpin Bangsa

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:36 WIB