Kenaikan UMP Tahun 2024 Disahkan Bertambah Rp. 52 Ribu

- Redaksi

Selasa, 21 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG-Gubernur Provinsi Sumsel Agus Fatoni menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada tahun 2024 menjadi Rp. 3.456.874 rupiah. Angka ini naik sebesar 1,55 persen atau hanya Rp. 52.000 dari UMP tahun 2023 dengan besaran Rp. 3.404.177.

Pj Gubernur menjelaskan jika UMP 2024 sudah sesuai dari rekomendasi dari Dewa Pengupahan yang didalamnya ada unsur Pemerintah, Serikat Pekerja dan juga Pihak perusahaan.
“Jadi dari rapat yang mereka lakukan bersama sejak tanggal 16 November lalu. Mendapatkan hasil rujukan dan hari ini kita tetapkan UMP sebesar Rp. 3.456.874.,” kata Agus Fatoni, Selasa (21/11/2023).
Besaran UMP tersebut juga telah ditetapkan dalam surat keputusan nomor 889/KBTS/Disnakertrans/2023. Pj Gubernur menjelaskan jika ada tiga point penting yang harus diperhatikan pada pengupahan pekerja pertama UMP telah ditetapka sesuai besaran yang telah disebutkan.
Kedua UMP berlaku pada pekerja kurang dari satu tahun, sedangkan untuk pekerja lebih dari satu tahun bisa disesuaikan. Ketiga Perusahaan dilarang mengurangi atau menurunkan upah.
“Bagi yang lebih tinggi tidak boleh mengurangi. Lalu ketiga,” tegas Pj Gubernur.
Terkait UMP tak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Pekerja yakni kenaikan sebesar 15 persen. PJ Gubernur berkata jika para pekerja dan perusahaan telah dipertemukan dengan dewan Pengupahan. Maka hasil dari pertemuan itu menjadi rekomendasi untuk Gubernur.
“Hasil rekomendasi itu jadi pedoman dalam penetapan UMP 2024, saya kira tak ada masalah karena Serikat pekerja turut dalam rapat penetapan tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan Provinsi Sumsel Deliar Marzoeki menjelaskan jika para pekerja bukan tidak setuju dengan kenaikan UMP, melainkan pekerja mempermasalahkan PP 51 yang nanti akan mereka bedah kembali.
“Akan kami akan adakan pendekatan persuasif, karena ini sudah keputusan bersama,” jelasnya.
Sedangkan untuk UMK nanti akan di rapatkan kembali oleh dewan pengupahan bersama perusahaan da Pekerja.

Berita Terkait

Kejari Palembang Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Lampu Jalan, Kerugian Negara Rp3,07 Miliar
Saksi Bantah BAP di Sidang Korupsi Dana Desa Lubuk Muda, Hakim Beri Peringatan
Perkuat Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga, TP PKK Sumsel dan IIPK Bank Sumsel Babel Berkolaborasi dalam Pengajian Rutin
Dorong Pemerataan Sepak Bola di 17 Kabupaten/Kota, Ini 8 Program yang Diusung Didi Yanto
Pelaku Penembakan Briptu Hamdi Mengaku Gunakan Senpira Peninggalan Paman
Ditinggal Anak dan Cucu, Nenek Asal Selapan Nyaris Lompat dari Jembatan Ampera
Sekda Palembang Aprizal Hasyim Tegaskan BUMD Harus Profesional, Tingkatkan Kinerja dan Kontribusi PAD
13 Hari Pasca-Pengeroyokan Jurnalis Palembang, Koalisi Pers Sumsel Pertanyakan Kinerja Mapolda Sumsel

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Kejari Palembang Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Lampu Jalan, Kerugian Negara Rp3,07 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Perkuat Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga, TP PKK Sumsel dan IIPK Bank Sumsel Babel Berkolaborasi dalam Pengajian Rutin

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Dorong Pemerataan Sepak Bola di 17 Kabupaten/Kota, Ini 8 Program yang Diusung Didi Yanto

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Pelaku Penembakan Briptu Hamdi Mengaku Gunakan Senpira Peninggalan Paman

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Ditinggal Anak dan Cucu, Nenek Asal Selapan Nyaris Lompat dari Jembatan Ampera

Berita Terbaru