Kelebihan Kapasitaa, Rutan Palembang Sulap Gudang Jadi Kelas

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —

Di tengah persoalan klasik kelebihan kapasitas yang membelit lembaga pemasyarakatan, Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 A Khusus Pakjo Palembang,mulai menggenjot langkah konkret membuka akses pendidikan bagi warga binaan yang selama ini terputus dari bangku sekolah.

Upaya ini bukan sekadar program tambahan, melainkan respons atas dua persoalan sekaligus over kapasitas dan rendahnya tingkat pendidikan warga binaan yang selama ini menjadi tantangan serius dalam sistem pemasyarakatan.

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 A Khusus Pakjo Palembang,
M. Rolan, menegaskan, program pendidikan kesetaraan menjadi bagian dari agenda prioritas yang didorong pemerintah pusat melalui kebijakan 15 program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada awal 2026.

“Program ini bukan hanya soal belajar, tapi tentang memberi kesempatan kedua. Warga binaan yang putus sekolah harus tetap memiliki akses untuk memperbaiki masa depan mereka,” ujarnya.

Baca Juga : KPK Kirim Empat Tersangka Korupsi Pokir DPRD OKU ke Rutan Pakjo, Segera Diadili

Ia menambahkan, rutan Palembang saat ini dihuni sekitar 1.600 warga binaan angka yang jauh melampaui kapasitas ideal. Kondisi ini membuat ruang gerak, termasuk untuk kegiatan pembinaan, menjadi sangat terbatas. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghentikan langkah.

Sebagai solusi, pihak rutan mengalihfungsikan ruang yang sebelumnya digunakan sebagai gudang menjadi ruang kelas darurat. Langkah ini mencerminkan upaya adaptif di tengah himpitan fasilitas yang minim.

“Tidak ada ruang baru, yang ada kami optimalkan ruang yang tersedia. Gudang kami sulap menjadi ruang belajar,” katanya.

Ia juga menjelaskan, program pendidikan kesetaraan ini akan mencakup Paket A, B, dan C setara jenjang SD, SMP, dan SMA. Sasaran utamanya adalah warga binaan, termasuk anak pidana, yang tidak sempat menuntaskan pendidikan formal.

Baca Juga : Belajar Dua Shift Masih Berjalan, SMA Negeri 20 Palembang Ajukan Tambahan 9 Kelas ke Pusat

Saat ini, pihak rutan tengah melakukan pendataan intensif untuk memetakan jumlah dan kebutuhan peserta. Di saat bersamaan, kerja sama dengan lembaga pendidikan dan instansi terkait juga sedang disiapkan guna menghadirkan tenaga pengajar dan sistem pembelajaran yang layak.
Rutan menargetkan program ini mulai berjalan usai Hari Raya Idul fitri 2026.

Namun, Rolan mengingatkan, keberhasilan program ini tidak bisa ditopang oleh rutan semata. Dukungan lintas sektor, terutama dari pemerintah daerah dan dinas pendidikan, menjadi kunci agar program tidak berhenti sebagai wacana.

“Ini kerja bersama. Kami butuh dukungan pemerintah daerah agar program ini benar-benar berjalan dan berkelanjutan.Langkah Rutan Kelas I A Palembang ini menjadi cermin bahwa pembinaan tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan, tetapi juga pemberdayaan.

Di balik tembok penjara, akses terhadap pendidikan menjadi harapan baru bahwa masa depan masih bisa diperjuangkan, bahkan dari ruang yang paling sempit sekalipun,” tutupnya.

Penulis : Hasan Basri

Editor : Admin

Berita Terkait

Muka Air Rawa Menurun, Sumsel Genjot Produksi Padi Targetkan 4 Juta Ton GKG pada 2026
Hakim Tegaskan Saksi yang Pernah Ikuti Sidang Harus Diberitahukan, Tergugat Keberatan atas Kesaksian Dwi Handayani
Ciptakan Kepedulian, Hadirkan Harapan, Astra Motor Sumsel Gelar Donor Darah HUT ke-56
Kejari Palembang Periksa 51 Saksi, Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan Terus Didalami
Sidang Perdana, Eks Kepala KCP Pos Air Sugihan Didakwa Korupsi Layanan BTN e-Batara Pos Rp4,67 Miliar
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Pemda Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Sesuai Aturan
PH Tegaskan Mahasiswa UIN Jambi Terdakwa Kasus Vape Etomidate Tidak Bersalah
Saksi Ungkap Dua Kali Aksi Lempar Bom Molotov ke Kantor BCA Palembang, Terdakwa Diduga Kesal Soal Saldo Rp2 Juta

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:50 WIB

Muka Air Rawa Menurun, Sumsel Genjot Produksi Padi Targetkan 4 Juta Ton GKG pada 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:48 WIB

Hakim Tegaskan Saksi yang Pernah Ikuti Sidang Harus Diberitahukan, Tergugat Keberatan atas Kesaksian Dwi Handayani

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:43 WIB

Ciptakan Kepedulian, Hadirkan Harapan, Astra Motor Sumsel Gelar Donor Darah HUT ke-56

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:36 WIB

Kejari Palembang Periksa 51 Saksi, Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan Terus Didalami

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:33 WIB

Sidang Perdana, Eks Kepala KCP Pos Air Sugihan Didakwa Korupsi Layanan BTN e-Batara Pos Rp4,67 Miliar

Berita Terbaru