Kasus Pengancaman di Masjid Al-Mahmudiyah, JPU Tuntut Terdakwa 7 Bulan Penjara

- Redaksi

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat JPU bacakan tuntutan pidana terhadap terdakwa Zulkarnain di PN Palembang, senin (13/4/2026)

Saat JPU bacakan tuntutan pidana terhadap terdakwa Zulkarnain di PN Palembang, senin (13/4/2026)

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID- Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa K. Zulkarnain dengan pidana penjara selama 7 bulan penjara dalam perkara dugaan pengancaman yang disidangkan di Pengadilan Negeri Palembang Senin (13/4/2026)

Dalam Tuntutan pidana dihadapan ketuai majelis Sangkot Lumban Tobing, SH, MH, JPU Shanty Merianie, SH, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “pengancaman” sebagaimana diatur dalam Pasal 448 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Menuntut dan Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa K. Zulkarnain dengan pidana penjara selama 7 bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, serta memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan,” tegas JPU di hadapan majelis hakim.

Selain pidana penjara, JPU juga menuntut agar barang bukti berupa sarung pisau dari kertas, satu lembar baju kaos lengan pendek warna merah, serta flashdisk berisi rekaman CCTV dirampas untuk dimusnahkan. Terdakwa juga dibebankan membayar biaya perkara sebesar Rp3.000.

Dalam dakwaan diungkap, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 19 November 2025 sekitar pukul 08.30 WIB di Masjid Al-Mahmudiyah Suro, Jalan Ki Gede Ing Suro, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang.

Kejadian bermula saat korban, Muhammad Najamuddin alias Paul, hendak membuka gembok sepeda motor miliknya yang terparkir di depan masjid. Terdakwa kemudian menegur korban, namun berujung kesalahpahaman hingga memicu emosi terdakwa.

Terdakwa selanjutnya mengancam korban sambil mengayunkan sebilah pisau ke arah perut korban. Namun, korban berhasil menepis serangan tersebut sehingga terhindar dari luka.

Peristiwa itu sempat dilerai oleh saksi di lokasi. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setelah melihat rekaman CCTV di sekitar masjid.

Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami trauma dan merasa keselamatannya terancam.

Setelah mendengar tuntutan pidana yang dibacakan oleh JPU terdakwa melalui penasehat hukumnya akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) yang akan disampaikan pada sidang pekan depan.

Penulis : Hermansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110
Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi
Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan
DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit
Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 
AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang
Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus
Tiga Pelaku Pengeroyokan Berujung Maut di Palembang Ditangkap

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:08 WIB

DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 

Berita Terbaru

Kadis Kesehatan empat lawang, Dery Kurniawan

Empat Lawang

Kabut asap Landa Empat Lawang, Kasus ISPA Meningkat

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:10 WIB