Karhutla Sumsel Kembali Meluas, Api Muncul di Muara Enim dan OKI

- Redaksi

Selasa, 28 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG  – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) setelah api terpantau muncul di dua wilayah, yakni Kabupaten Muara Enim dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ferdian Kristanto mengatakan, titik api di kawasan Sungai Rotan, Muara Enim, menyebabkan kebakaran seluas enam hektare.

Dari luas tersebut, sekitar 0,3 hektare telah berhasil dipadamkan tim Manggala Agni.

“Jenis vegetasi yang terbakar berupa kebun karet bercampur semak belukar, dengan kondisi tanah gambut sedalam 0,2 meter. Lahan tersebut berstatus Area Penggunaan Lain (APL),” ujar Ferdian, Selasa (28/10/2025).

Ia mengatakan hingga kini petugas gabungan masih berupaya melakukan pemadaman lanjutan karena sejumlah titik api belum sepenuhnya padam.

Di sisi lain, tim juga dikerahkan ke Kabupaten OKI untuk menanggulangi kebakaran yang berada di area sulit dijangkau.

“Lokasi di OKI sedang dalam peninjauan. Akses menuju titik api cukup terbatas sehingga upaya pemadaman membutuhkan waktu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman menyebut ada tujuh kabupaten di Sumsel masuk dalam zona rawan karhutla.

Tiga daerah dengan kejadian terbanyak yakni Ogan Ilir (134 kejadian), Musi Banyuasin (132 kejadian), dan OKI (124 kejadian).

Empat kabupaten lainnya juga berada di kategori tinggi, yaitu Banyuasin (91 kejadian), Muara Enim (69 kejadian), Penukal Abab Lematang Ilir (59 kejadian), dan Musi Rawas (41 kejadian).

“Daerah-daerah tersebut menjadi perhatian karena penyebaran api bisa sangat cepat akibat kondisi cuaca dan lahan yang kering,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan BPBD bersama aparat terkait terus melakukan patroli darat, memantau titik panas (hotspot), serta menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan perusahaan agar tidak melakukan pembakaran lahan.

“Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan perkebunan, semak belukar, dan lahan tidur,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Sumsel mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran di masa peralihan musim hujan ke kemarau, mengingat sejumlah daerah masih berstatus siaga karhutla.

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Pasar Murah, Ringankan Beban Kebutuhan Pokok Warga Lubuk Linggau
Dugaan Pasien Dipaksa Pulang Disorot SIRA, RSMH Palembang Tegaskan Kondisi Stabil dan Masuk Perawatan Paliatif
NGASAB, Gaya Baru Experience Ride Komunitas Honda Palembang
PTP Nonpetikemas Palembang Dukung Rantai Pasok Industri Pupuk Nasional
‎Sidang Pemeriksaan Objek Sengketa Aset Universitas Bina Darma Sempat Beradu Argumen
HUT ke-73, IKAHI Sumsel Gelar Donor Darah, 80 Kantong Terkumpul
Bostgame.com Jadi Rekomendasi Platform Top Up Game Online yang Cepat dan Terpercaya
SIRA Demo Tolak Pengadaan Mobil Mewah dan Pakaian Dinas Rp7,9 Miliar di Kantor Gubernur Sumsel

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:05 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Pasar Murah, Ringankan Beban Kebutuhan Pokok Warga Lubuk Linggau

Rabu, 15 April 2026 - 21:03 WIB

Dugaan Pasien Dipaksa Pulang Disorot SIRA, RSMH Palembang Tegaskan Kondisi Stabil dan Masuk Perawatan Paliatif

Rabu, 15 April 2026 - 15:37 WIB

NGASAB, Gaya Baru Experience Ride Komunitas Honda Palembang

Rabu, 15 April 2026 - 13:23 WIB

PTP Nonpetikemas Palembang Dukung Rantai Pasok Industri Pupuk Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 12:20 WIB

‎Sidang Pemeriksaan Objek Sengketa Aset Universitas Bina Darma Sempat Beradu Argumen

Berita Terbaru