Karangan Bunga Banjiri Mapolda Sumsel, Dukung Aiptu FN Soal Ini

- Redaksi

Minggu, 24 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Atas terjadinya peristiwa penembakan dan penusukan yang dilakukan oleh oknum anggota Polisi Aiptu FN yang diduga berdinas di lubuk Linggau. Sontak hal tersebut menui pro dan kontra dimana dari pantau dilapangan terlihat puluhan karangan bunga yang mendukung dan memberikan suport terhadap Oknum anggota polisi Aiptu FN yang telah memberikan pelajaran terhadap oknum debt collector.

Ditemui salah satu warga yang mengatas namakan uwong palembang nian mengatakan, alasannya memberikan karangan bunga adalah bentuk solidaritas atas dukungan ataupun suport terhadap oknum anggota tersebut dengan berani dan tegas telah berikan pelajaran terhadap oknum dept collector yang telah sewenang -wenang menarik paksa kendaraan  yang terlambat membayar atau menunggak.

“Kami atas nama uwong palembang  nian mendukung dan memberikan supot kepada Aiptu FN, semoga atas kejadian ini tidak ada lagi kesewengan deft collector untuk menarik mobil dijalan, terutama kesewengan terhadap masyarakat, kami harap agar bapak kapolda sumsel bisa melihat dan memberikan keadilan seadilnya terhadap Aiptu FN karna buka. Alasan dia terdesak melakukan penembakan dan penusukan terhadap oknum deft collector tersebut,” jelasnya, Minggu (24/3/2024).

Berita sebelumnya seorang pekerja debt collector di Palembang ditembak oleh diduga oknum anggota polisi  yang bertugas di Lubuk Linggau dengan menggunakan senjata api.

Korban yakni bernama Deddi Zuheransyah (49) warga Lorong Dayangkara, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Sebarang Ulu (SU) 1 Palembang.

Insiden tragis ini terjadi Jalan Jalan Pom IX, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Sabtu (23/3/2024) sekitar pukul 14.30 WIB. Saksi mata Bandy menyampaikan, kejadian bermula dirinya bersama teman-temannya hendak menarik mobil milik diduga anggota polisi.

Kemudian, diduga anggota polisi yang tidak setuju dan langsung mengambil senjata api atau pestol serta menembak korbannya.

“Ini penyebabnya diduga anggota polisi kesal dan tidak terima bahwa mobilnya telah ditarik,” kata Bandy di tempat kejadian perkara (TKP).

Akibat kejadian, korban mengalami luka-luka yakni berupa leher, tangan dan kepala serta yang lainnya. Hingga kini, korban langsung dibawa ke rumah sakit (RS) Siloam Palembang.

“Ini korban sudah dirawat di RS Siloam Palembang Sumsel, guna melakukan perawatan lebih lanjut,” ujar Bandy.

Sementara, Kabid Humas Kombes Pol Sunarto menambahkan, dirinya belum mengetahui terkait adanya penembakan tersebut.

“Saya belum mengetahui secara kejadian tersebut,” jelas Kombes Pol Sunarto. (ANA)

Berita Terkait

Sindikat Narkoba Pemasok Kawasan Tambang Dibongkar, Polisi Sita 11.443 Ekstasi dan Hampir 1,4 Kg Sabu
Korupsi E-Batara Pos Rp4,67 Miliar, Mantan Kepala Kantor Pos Air Sugihan Ditahan Kejari OKI
Pria Diduga Rudapaksa Perempuan Berkebutuhan Khusus di Palembang, Aksi Terekam CCTV
Terungkap di Sidang Korupsi KUR BSI: Syarat PT KIM Tak Lengkap, Mantan Branch Manager Akui Tetap Setujui Pencairan Rp9,5 Miliar
Buron Hampir Tiga Bulan, Pelaku Curas dan Penganiayaan Sadis di Banyuasin Ditangkap
Diburu Sepekan, Remaja Terduga Penikam Guru SD di OKU Selatan Akhirnya Menyerahkan Diri
Kejati Sumsel Terima Pengembalian Rp506 Juta dari Tersangka Korupsi KUR BPD Martapura
Vonis Seumur Hidup untuk Pembunuh Anti Puspita Sari, Hakim Sebut Tak Ada Hal yang Meringankan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:21 WIB

Sindikat Narkoba Pemasok Kawasan Tambang Dibongkar, Polisi Sita 11.443 Ekstasi dan Hampir 1,4 Kg Sabu

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:38 WIB

Korupsi E-Batara Pos Rp4,67 Miliar, Mantan Kepala Kantor Pos Air Sugihan Ditahan Kejari OKI

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:24 WIB

Pria Diduga Rudapaksa Perempuan Berkebutuhan Khusus di Palembang, Aksi Terekam CCTV

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:39 WIB

Terungkap di Sidang Korupsi KUR BSI: Syarat PT KIM Tak Lengkap, Mantan Branch Manager Akui Tetap Setujui Pencairan Rp9,5 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:49 WIB

Buron Hampir Tiga Bulan, Pelaku Curas dan Penganiayaan Sadis di Banyuasin Ditangkap

Berita Terbaru