Kakek Pencari Batu yang Tenggelam di Sungai Lematang Ditemukan Mengapung di Sungai Kikim

- Redaksi

Jumat, 26 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Suharman (65), pria paruh baya yang dilaporkan tenggelam saat mencari batu di Sungai Lematang Desa Kuba, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil ditemukan team SAR gabungan pada Jum’at (26/4/2024).

Kepala Kantor Basarnas Palembang, Raymond Konstantin,  didampingi Kasubsi Operasinya Manca Rahwanto, membenarkan informasi tersebut. “Benar, korban atas nama suharman sudah kita temukan walau dalam keadaan meninggal dunia,” terang Raymond.

Pada proses pencarian, Tim Rescue Basarnas Palembang melalui Pos SAR Pagar Alam mengkoordinir seluruh unsur SAR gabungan yang berada di lokasi, seperti TNI/Polri, BPBD Lahat, FAJI Lahat serta masyarakat sekitar.

Tim SAR Gabungan dibagi menjadi beberapa SRU (SAR Unit) dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Untuk metode pencarian yaitu dengan melakukan penyisiran permukaan sungai menggunakan dua unit perahu rafting.

Setelah segala upaya yang dilakukan, akhirnya hari ini yang merupakan pencarian hari ketiga membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.20 WIB, korban ditemukan mengapung dipinggir Sungai Kikim tepatnya di Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, atau sekitar 60 kilometer dari lokasi awal kejadian korban dinyatakan tenggelam.

Selanjutnya jasad korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka guna dilakukan proses pemakaman. Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.

“Semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” tutur Raymond.

Sebelumnya, kejadian berawal pada Rabu (24/4/2024), sekira pukul 10.00 WIB, korban yang merupakan buruh harian pencari batu di Sungai Lematang sedang bekerja mengumpulkan batu-batu kerikil berukuran besar, dengan cara menyelam hingga ke dasar Sungai.

Selanjutnya batu-batu tersebut dinaikan ke atas ban yang sudah dimodifikasi untuk dibawa ke tepi Sungai. Namun saat dalam perjalanan menuju ke tepi Sungai, tiba-tiba ban tersebut terbalik dan menimpa korban. Sehingga membuat korban terseret arus dan tenggelam. (ANA)

Berita Terkait

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian
Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah
Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet
Tiba di RS Bhayangkara, Korban Selamat Bus ALS Segera Jalani Perawatan Intensif
Diduga Terjadi Korsleting Listrik Lapak Di Pasar 16 Ilir Hangus Terbakar 
Keluarga Korban Bus ALS Asal Lampung Syok, Keberangkatan Sempat Tertunda Sebelum Tragedi di Muratara

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:54 WIB

Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Diduga Depresi, IRT di Sukarami Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:50 WIB

Truk Bermuatan Pasir Terbalik di Jembatan Musi II Palembang, Sempat Bikin Macet

Berita Terbaru

101 Pekebun Sawit OKI yang mengikuti pelatihan implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (9/6/2026). Foto: istimewa

Kota Palembang

BPDP dan ISKOL Latih 101 Pekebun Sawit OKI Terapkan Standar ISPO

Rabu, 10 Jun 2026 - 15:36 WIB